Kis 7:51–8:1a; Mzm 31:3c-4,6ab-7b,8a, 17.21ab; Yoh 6:30-35

KATA Yesus kepada mereka: Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35)

Bagi orang Yahudi, roti adalah makanan pokok sehari-hari. Yesus menyatakan diri sebagai roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Nya tidak akan lapar lagi. Barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan haus lagi.

Roti hidup mengenyangkan raga menyelamatkan jiwa. Roti hidup yang kita sambut dalam Perayaan Ekaristi dan kita sembah dalam Adorasi Ekaristi Abadi membebaskan kita dari kematian kekal dan menganugerahkan kehidupan abadi.

Roti hidup itu adalah sosok pribadi yang menyerahkan dirinya, yakni Yesus Kristus sendiri. Dialah jaminan hidup kita! Tanpa banyak kata dan keterangan, itu sudah jelas dengan sendirinya dari yang disabdakan-Nya. “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35)

Tunggu apa lagi, mari kita datang dan percaya kepada-Nya melalui Perayaan Ekaristi dan Adorasi. Tak ada jalan lain untuk menyambut Roti Hidup kecuali terlibat dalam hal-hal itu. Dari sana mengalir aktivitas rohani: Kongres Ekaristi, visitasi dan prosesi Sakramen Mahakudus yang berbuah dalam karya kasih bagi sesama dan semesta!

Tuhan Yesus, tariklah semakin banyak orang untuk tekun merayakan Ekaristi dan menyembah-Mu dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kini dan selamanya. Amin.

Photo credit: Ilustrasi (Dok. Paroki Kebon Dalem, Semarang)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.