Menyambut Yesus di Rumah kita

zakheus di atas pohon

Selasa 18 November. Hari Biasa Pekan XXXIII
Wahyu 3:1-6.14-22; Mzm 15:2-5; Lukas 19:1-10

“Zakheus, segeralah turun. Hari ini aku mau menumpang di rumahmu.” –

ZAKHEUS  segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita….

Yesus berkata kepada Zakheus, “Aku harus menumpang di rumahmu hari ini.” Apa yang akan kita lakukan dan rasakan bila tawaran yang sama ditujukan kepada kita oleh Yesus, “Aku harus singgah di rumahmu hari ini?”

Saya bayangkan, Zakheus sangat bersukacita menerima Yesus yang singgah tinggal di rumahnya, bahkan bukan hanya rumah melainkan keluarganya! Itulah sebabnya, ia berkata kepada Yesus Kristus, “Tuhan, separoh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan jika ada yang kuperas, akan kukembalikan empat kali lipat.”

Sebagaimana kita ketahui dengan baik, Zakheus dalam Injil adalah seorang kepala pemungut cukai dan sangat dibenci oleh rakyat karena pekerjaannya itu. Ia memerlukan belas kasih dan pengampunan dari Allah. Itulah sebabnya, Yesus berkenan singgah di rumahnya dan agar ia mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya.

Dalam perjumpaannya dengan Yesus, Zakheus menemukan banyak hal yang lebih dari yang ia bayangkan. Ia pun bertobat, pertobatan mendalam dengan memberikan harta miliknya kepada orang miskin dan mengganti empat kali lipat orang-orang yang pernah ia peras. Kesaksiannya tak sebatas perkataan belaka. Ia mengubah hatinya dan mengubah pula seluruh hidupnya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar dari Zakheus tak hanya dengan memanjat pohon ara agar bisa melihat Yesus, melainkan juga dengan turun segera dan menyambut Yesus dalam hidup kita serta memeluk salib yang disediakan bagi kita. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, Yesus Kristus selalu siap untuk tinggal di antara kita, menjadikan hidup-Nya sebagai rumah kita. Mari kita siapkan ruang hati kita bagi-Nya dan kita sambut Dia dalam setiap wilayah keidupan kita.

Tuhan Yesus Kristus, datang dan tinggallah bersama kami dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Penuhilah hidup kami dengan damai-Mu, rumah kami dengan kehadiran-Mu, dan hati kami dengan kemuliaan-Mu. Bantulah kami untuk menyatakan kebaikan, belas kasih dan keramahan kepada semua orang, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: