Menyambut dan Menyembah Yesus Kristus

hidup bakti by Thomas E MasonSenin, 11 Agustus 2014 PW St. Klara Asisi Yehezkiel 1:2-5, 24-28c; Mazmur 148:1-2, 11-14; Mat 17:22-27 “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan” (Mat 17:22-23). INJIL  hari ini terdiri dari dua bagian. Pertama, Yesus berbicara tentang nasib Anak Manusia. “Anak Manusia akan […]

hidup bakti by Thomas E Mason

Senin, 11 Agustus 2014
PW St. Klara Asisi
Yehezkiel 1:2-5, 24-28c; Mazmur 148:1-2, 11-14; Mat 17:22-27

“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan” (Mat 17:22-23).

INJIL  hari ini terdiri dari dua bagian.

  • Pertama, Yesus berbicara tentang nasib Anak Manusia. “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan” (Mat 17:23).
  • Kedua, Yesus memberi contoh tanggung jawab sosial dengan membayar pajak.

Pada kesempatan ini, saya akan memusatkan perhatian pada bagian pertama. Yesus berbicara tentang nasib-Nya. Tiga kali dalam Injil Matius kita berjumpa dengan Yesus yang bernubuat dengan salib, pengkhianatan, penderitaan dan penolakan kejam hingga kematian sebagai hukuman (Mat 16:21, 17:22-23, and 20:17-19).

Penolakan dan hukuman dalam tradisi Yahudi biasanya dilakukan dengan hukum rajam batu. Sedangkan dalam tradisi Romawi dengan penyaliban. Hukuman salib disebut sebagai hukuman yang paling sadis, menyakitkan dan mengerikan bagi orang yang akan disingkirkan.

Itulah sebabnya, saat mendengar Yesus bicara tentang nasib Anak Manusia, Yesus sendiri,  hati mereka amat sedih! Jika Gurunya saja mengalami nasib yang ngeri, apalagi para pengikut-Nya.

Kita pun bertanya: Mengapa Yesus harus menenderita dengan cara seperti itu? Penderitaan Kristus berlawanan dengan pengurapan dan penetapannya sebagai Sang Mesias. Maka kita bertanya, bukankah Allah menjanjikan Sang Mesias yang akan membebaskan umat-Nya dari beban penindasan dan menegakkan kerajaan damai dan adil?

Penderitaan Anak Manusia menjadi penderitaan Hamba Yahwe seperti dinubuatlan Nabi Yesaya 53. Dengan penderitaan itu, Yesus menghapus dosa-dosa dunia. Itulah yang diwartakan St. Yohanes sejak awal saat berkata: Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29).

Dengan penyerahan itu, Yesus menawarkan hidup-Nya bagi kita. Salib adalah bayaran lunas dari Yesus dalam menebus dosa umat manusia. Dengan demikian, sabda sengsara nubuat penderitaan tak hanya untuk menakut-nakuti, melainkan untul mengantisipasi karya penebusan-Nya bagi kita.

Kita mengenangkan Yesus, Sang Anak Manusia yang menyerahkan hidup-Nya melalui Ekaristi. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, secara mendalam dan leluasa, kita bukan hanya mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya tetapu juga menghadirkan Kristus Sang Penebus yang kita sembah dengan tulus.

Tuhan Yesus Kristus, wafat dan kebangkitan-Mu membawa hidup baru bagi kami dalam kebenaran dan kebebasan. Semoga kami mampu selalu menyambut-Mu dalam Ekaristi dan menyembah-Mu dalan Adorasi Ekaristi Abadi, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Thomas E. Mason)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply