Menurut Keputusan Tuhan

Ayat bacaan: Amsal 19:21
====================
“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”

menurut keputusan Tuhan

Seorang teman pernah bercerita bahwa ia tidak tahu apa tujuan hidupnya. Apa yang harus ia lakukan agar berhasil. Imannya berjalan seperti rollercoaster, yang akan menukik tajam apabila permintaanNya tidak dikabulkan Tuhan. Kita sering merasa lebih tahu apa yang terbaik buat kita dibanding menyerahkan itu sepenuhnya kedalam keputusan Tuhan. Dalam permintaan-permintaan yang kita utarakan kepada Tuhan kita tidak melihat hal-hal lain selain memenuhi kepuasan kita di dunia, yang seringkali hanyalah sebuah permintaan untuk memuaskan kedagingan semata. Salah seorang siswa saya berkata dia sudah berdoa minta diberikan Blackberry, karena semua teman-teman sudah memilikinya, tapi belum mendapatkannya. “katanya Tuhan maha adil… kalau adil, saya dapat Blackberry juga dong..” demikian katanya sambil tersenyum kecut. Itulah yang terjadi bila kita hanya fokus pada sebuah permintaan akan kemewahan yang memuaskan daging semata, lupa bahwa penyertaan Tuhan dalam hidup kita jauh lebih penting ketimbang sekadar Blackberry.

Salomo menulis demikian: “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” (Amsal 19:21). Manusia boleh berencana, tapi Tuhanlah yang memutuskan. Dalam diri kita bisa saja ada banyak rencana, pendapat, konsep bahkan doktrin sekalipun, tetapi yang terlaksana adalah kehendak Tuhan. Ketika kita mengandalkan pengertian kita sendiri untuk menggenapi tujuan-tujuan kita, pada satu saat kita akan mengalami kesulitan, bahkan kegagalan. Saya pernah mengalami hal ini. Se-mati-matian apapun kita berusaha dengan mengandalkan kekuatan sendiri, pada satu saat segalanya hanya berujung pada kesia-siaan. Akan tetapi, ketika bisa mengerti rencana-rencana Allah bagi hidup kita, kita akan dapat memenuhi segala kebutuhan yang muncul seiring dengan rencana itu. Berbagai hal yang tidak masuk di akal sekalipun bisa terjadi. Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib yang tidak pernah kehilangan akal untuk memberkati segala sesuatu yang berjalan sesuai dengan rencanaNya.

Ada banyak diantara kita yang memiliki masalah dalam hidup karena kita tidak mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup kita sendiri, tidak mengerti apa yang menjadi tujuan Allah kepada kita. Berjalan dalam ketidaktahuan bisa berdampak negatif, menyakiti hati kita dan membuat kita merasa tertekan. Tetapi dengan mengikuti rancangan Tuhan, dengan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan Tuhan atas diri kita, kita pun bisa menjalani hidup yang memuaskan penuh dengan sukacita, meski sedang mengalami masalah sekalipun dalam prosesnya.

Yakobus menuliskan demikian: “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” (Yakobus 4:2). Adalah sulit untuk mengetahui apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam hidup kita jika kita tidak berdoa. Ketika keinginan kita tidak terpenuhi, kita akan menjadi iri kepada orang-orang lain yang hidupnya kita anggap lebih “nikmat” dibanding kita. Ini bisa mengarahkan kita kepada berbagai macam dosa, kita menjadi dingin dengan Tuhan. Padahal itu semua bisa jadi karena kita tidak berdoa meminta hikmatNya agar kita mengetahui apa yang Dia rancangkan ke dalam hidup kita. Atau ada juga yang sudah berdoa siang malam, namun doa kita sulit terkabul karena kita masih hidup dalam dosa dan hanya terpusat pada pemuasan hawa nafsu semata. “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (ay 3). Ini paralel dengan ayat ini: “Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.” (Yohanes 9:31).

“Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (Amsal 16:3). Ini merupakan sebuah pesan penting untuk menyerahkan segala-galanya ke dalam rencana Tuhan. Melakukan atau mengusahakan sesuatu yang sejalan dengan rencana Tuhan akan membawa kita kepada keberhasilan yang gilang gemilang. Dalam Efesus, kita membaca demikian: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10). Hendaklah kita mengetahui diciptakan dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik seperti apa yang direncanakan Tuhan bagi kita. Jangan meminta untuk menuruti nafsu kedagingan, dan memintalah dalam nama Yesus. “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.” (Yohanes 16:23b). Ingatlah bahwa semua yang direncanakan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Maka adalah penting bagi kita untuk mengetahui tujuan hidup kita seperti yang digariskan Tuhan. Berdoalah senantiasa, ucapkan syukur senantiasa, agar kita mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan untuk terjadi dalam hidup kita.

Berjalanlah sesuai dengan rencana Tuhan menuju kemenangan gilang gemilang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply