Menuntut Berlebihan

Ayat bacaan: Markus 6:25
====================
“Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”

menuntut terlalu banyak, merengek, menekan orang tua

Saya teringat akan berita tentang seorang ibu yang ditangkap petugas keamanan di sebuah Mal di Jakarta karena mencuri. Si Ibu mencuri beberapa pasang pakaian anak-anak yang ia sembunyikan di balik pakaiannya. Sambil menangis sang ibu menjelaskan alasannya mencuri. Dia berkata bahwa dia tidak tahan mendengar anaknya setiap hari menangis minta baju lebaran, sedangkan dia sama sekali tidak mampu untuk membelinya. Kasus ini rasanya selalu terdengar berulang-ulang menjelang perayaan hari besar. Dalam kasus lain yang lebih fatal, saya pernah membaca seorang ayah tega membunuh majikannya karena anaknya ingin punya motor. Ada banyak contoh kasus kejahatan yang dimulai dari permintaan atau tuntutan dalam keluarga. Bisa karena terlalu sayang anak/istri, bisa karena terbeban hutang budi, dan sebagainya, dan mereka akan terjebak dalam sebuah tindak kejahatan yang seringkali fatal. Bukan hanya mencuri, namun dalam banyak kasus sampai membunuh karena terdesak dan sebagainya. Bagi teman-teman yang sudah mempunyai anak yang sedang beranjak dewasa mungkin sudah sering mendengar rengekan permintaan anak akan ini itu. Minta handphone karena semua teman-teman sudah punya, atau malah minta yang model paling bagus karena takut diejek teman ketinggalan jaman. Minta mobil, atau motor, minta dibelikan game, dan sebagainya. Kalau memang mampu memang tidak masalah. Namun bagaimana jika tidak mampu, bagaimana rasanya telinga dan hati merasakannya?

Ayat bacaan hari ini menggambarkan sebuah kisah tragis dari kematian Yohanes Pembaptis yang sangat sadis. Meski Herodes pernah ditegur karena mengambil istri saudaranya sendiri, namun dalam hatinya ia tahu Yohanes benar dan suci. Sementara Herodias, istri saudaranya yang ia ambil menaruh dendam akan Yohanes dan berusaha mencari jalan untuk membunuhnya karena sakit hati. Pada suatu kali, anak perempuan Herodias menari dan menghibur tamu-tamu Herodes, sehingga Herodes menyatakan akan sanggup memberi apapun yang ia minta, bahkan setengah dari kerajaannya sekalipun. (Markus 6:22-23). Lalu si anak berdiskusi pada ibunya, dan sang ibu melihat kesempatan emas untuk membunuh Yohanes. Maka ia pun meminta kepala Yohanes di atas sebuah talam. Karena terlanjur berjanji dan takut malu, Herodes pun dengan terpaksa memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes dan menghadirkannya di atas talam/baki sesuai permintaan. Karena malu jika tidak memenuhi janji kepada seorang gadis kecil, mungkin juga karena cintanya yang begitu dalam akan Herodias, ia pun mengorbankan Yohanes.

Teman-teman RHO-ers yang masih remaja, berhati-hatilah dalam meminta. Dalam kondisi ekonomi yang semakin berat ini, permintaan-permintaan yang terlalu berat bagi orang tua bisa menjerumuskan mereka ke dalam dosa. Apakah itu korupsi, mencuri, bahkan tindakan kekerasan dapat terjadi karena mereka tidak tahan mendengar tuntutan anak-anaknya. Tekanan atas tuntutan di luar kemampuan bisa menjerumuskan orang ke dalam jurang dosa yang mematikan. Janganlah karena ingin tampil lebih di hadapan orang, kita mengorbankan orang tua kita sendiri. Jagalah diri kita selalu agar jangan menghambakan uang dan kekayaan, seperti yang diingatkan Paulus. “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:9-10).

Para remaja yang masih hidup dengan orang tuanya harus belajar untuk mampu melihat kondisi orang tuanya. Janganlah terlalu banyak menuntut atau meminta sesuatu yang akhirnya bisa membuat orang tua merasa tertekan atau dipermalukan. Ada banyak tindak kejahatan dan kekerasan bisa timbul demi menutup rasa malu. Jika orang tua merasa tertekan karena tidak mampu memenuhi permintaan, mereka suatu saat bisa terdesak dan melakukan tindak kekerasan/kejahatan. Istri pun hendaknya bisa mengetahui batas kemampuan suaminya dan tidak menuntut jauh di atas kemampuan suaminya. Pikirkan dulu baik-baik sebelum meminta sesuatu, agar kita tidak menghancurkan hidup orang yang kita sayangi dan menjerumuskan siapapun ke dalam dosa.

Membuat orang yang kita sayangi terdesak akibat permintaan kita yang berlebihan sama artinya dengan menghancurkan mereka

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply