Menteri Susi Pudjiastuti, Newsmaker of the Week

susi by ist“Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.” (Ef 6, 8) PRESIDEN sudah mengumumkan para menterinya dan juga sudah melantiknya. Beberapa menteri rupanya mendapatkan banyak sorotan dan komentar dalam media cetak maupun media sosial. Salah satunya adalah Ibu Susi Pudjiastuti, […]

susi by ist

“Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.” (Ef 6, 8)

PRESIDEN sudah mengumumkan para menterinya dan juga sudah melantiknya. Beberapa menteri rupanya mendapatkan banyak sorotan dan komentar dalam media cetak maupun media sosial. Salah satunya adalah Ibu Susi Pudjiastuti, yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Banyak orang memberikan komentar berdasarkan ‘dunia’-nya. Pakar kelautan mengatakan bahwa pengangkatan Ibu Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan adalah ngaco. Pakar lain mengatakan bahwa sang menteri orang yang tepat untuk mengatasi permasalahan kelautan dan perikanan.

Anggota DPR mengomentari soal kebiasaan merokok sang menteri, yang tidak baik. Kelompok lain membuat surat terbuka melalui BBM dengan isi mempertanyakan soal hutang dan pengelolaan keuangan serta suaminya yang berasal dari negara lain. Seorang pemuka agama menghimbau agar sang menteri berhenti merokok dan berpakaian agamis.

Dalam medsos, ada pula yang berkicau soal tato-nya dan kebiasaan pribadinya yg lain. Banyak pula pengguna medsos yang bangga, bersimpati, mendukung penugasan tersebut. Memilih seorang menteri rupanya merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi seorang Presiden.

Pemilihan dan penugasan seseorang dalam sebuah jabatan rupanya juga menuntut sebuah keberanian si pembuat keputusan. Berbagai macam komentar pro dan kontra merupakan tanda, betapa tidak mudahnya membuat keputusan yang bisa memuaskan harapan dan keinginan semua orang.

Setiap orang memang berhak untuk menilai dan mengkritik keputusan orang lain; juga berhak untuk berkomentar atau mempertanyakan kualitas serta kompetensi seseorang; juga berhak untuk mengerti serta memahami kebiasaan, sikap dan perilaku serta kekurangan seseorang. Namun demikian, para komentator harusnya juga sadar bahwa setiap orang juga punya kelebihan, bakat serta talenta tertentu; sadar bahwa merendahkan orang lain sebelum melihat kinerjanya merupakan sikap apriori dan tanda sebuah kesombongan diri.

Kenyataan seperti ini bisa terjadi dalam kalangan umat beriman. Dalam situasi seperti ini St. Paulus menegaskan bahwa setiap orang bisa berbuat baik, entah hamba atau orang merdeka; laki atau perempuan; lulusan SMP atau S3; anak-anak atau dewasa; profesional atau politikus.

Tuhan berkenan terhadap siapa saja yang berbuat baik dan bukan terhadap orang yang sombong dan egois serta picik dan munafik dengan asesoris agamis.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply