Menoleh Ke Belakang (2)

(sambungan)

Yesus mengingatkan hal yang sama. Mari kita lihat kisah mengenai seseorang yang mau mengikuti Yesus namun memilih untuk berlama-lama. “Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”(Lukas 9:61). Apa jawab Yesus? “Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”(ay 62). Artinya jelas. Orang yang siap melangkah bersama Kristus harus benar-benar siap meninggalkan kehidupan lamanya. Berhenti menoleh kebelakang. Atau jika tidak, itu artinya ia tidak layak di hadapan Tuhan. Tuhan rindu setiap kita untuk maju. Dia rindu untuk mencurahkan berkat-berkatNya, namun bayang-bayang masa lalu kerap membuat kita selalu menoleh ke belakang, dan dengan demikian gagal mencapai janji-janji Tuhan.

Dalam 1 Yohanes 2:17 dikatakan: “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Dunia sedang menuju kehancuran, with the forbidden cravings (the passionate desires, the lust) of it. Hanya orang yang melakukan kehendak Allah yang selamat dan hidup selamanya. If we know that this world is trembling down, we have to stop looking back, we have to start moving forward and we really have to do it now. Kita harus ingat pula bahwa iblis, sang pendakwa akan selalu menuduh anda dengan segala hal di masa lalu untuk memperlambat anda, menghentikan anda, bahkan memundurkan anda ke belakang. Iblis sangat tidak suka jika anda maju. Iblis ingin kita ikut lenyap dengan keinginan-keinginan duniawi. Tidak ada jalan lain untuk menolak ini selain berhenti memuaskan hasratnya dengan terus terikat dalam masa lalu. It’s time to move on.

Bagi yang terbelenggu dalam hal-hal traumatis atau buruk di masa lalu, kita bisa membaca surat Paulus kepada jemaat di Filipi mengenai pentingnya mengubah arah pandangan. Sepertinya Paulus menyadari tendensi manusia untuk selalu berada dalam bayang-bayang masa lalunya, hingga ia merasa perlu untuk mengingatkan. “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14). Dia memberi contoh, bahwa walaupun dia telah melayani Tuhan, dia tetap harus fokus untuk melupakan segala masa lalunya, seburuk apapun, dan fokus pada tujuan yang hendak dicapai di depan. Kita tidak akan bisa maju jika selalu berada dalam belenggu masa lalu kita yang kelam. Kita perlu benar-benar mengerti bahwa Tuhan begitu mengasihi kita. Dia tidak mau kita hidup terikat dalam dosa, problema kehidupan dan hal traumatis di masa lalu. Apa buktinya? Jika Tuhan tidak perduli, untuk apa Tuhan sampai harus rela menganugrahkan Kristus, AnakNya yang tunggal untuk memerdekakan kita dari segala dosa, kutuk dan kuk perhambaan warisan masa lalu? Berhentilah menoleh ke belakang, dan raihlah janji-janji Tuhan, yang penuh rancangan damai sejahtera, hidup yang berkelimpahan dan penuh berkat. Lihatlah ayat berikut ini: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23). Apa yang disediakan Tuhan adalah berkat yang tiada habisnya dan selalu baru setiap pagi. Jika demikian, untuk apa kita terus mengingat-ingat masa lalu? Bukankah artinya kita menjadi orang yang bodoh jika masih saja terkubur dalam masalah di waktu lalu, padahal Tuhan mencurahkan rahmatNya yang baru setiap pagi? Kita artinya menolak rahmatNya yang baru yang Dia sediakan setiap pagi jika terus terbenam dalam masa lalu.

Tuhan menyediakan pengharapan baru bagi kita yang telah ada di dalam Kristus. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”(2 Korintus 5:17). Seringkali kita lebih memilih untuk tidak meninggalkan dosa karena rasanya yang sepertinya terlalu nikmat dan manis. Kita terus mengenakan manusia lama padahal manusia baru, the whole new creation sudah diberikan Tuhan pada kita. Atau kita merasa bahwa kita tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang buruk di masa lalu. Well..listen. In Christ, we are the new creation. Semua telah ditebus Kristus dengan lunas di atas kayu salib. Dan kita sekarang bisa menatap hari depan yang cerah, penuh pengharapan dari Tuhan. Tidak ada lagi belenggu masa lalu, kecuali kita yang mengijinkan dan menginginkan trauma masa lalu itu untuk terus hadir bersama kita, menghambat kita untuk bertumbuh dan maju. Today it’s time to let all your past go. Let’s stop looking back to the past, let’s move forward. Let’s move on with all hope and glory!

Menoleh ke belakang akan menghalangi kita untuk menerima janji-janji Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: