Menolak dan Lari dari Panggilan (2)

(sambungan)Lari dari Tuhan? Apa bisa? Kita mungkin berkata tidak, tapi bukankah kita pun sering kabur dari panggilan kita seperti Yunus? Yunus mengira ia bisa lari dari panggilan Tuhan. Dan inilah yang dilakukan Yunus. “Tetapi Yunus bersiap untuk melar…

(sambungan)

Lari dari Tuhan? Apa bisa? Kita mungkin berkata tidak, tapi bukankah kita pun sering kabur dari panggilan kita seperti Yunus? Yunus mengira ia bisa lari dari panggilan Tuhan. Dan inilah yang dilakukan Yunus. “Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.” (ay 3). Ini jadi sebuah pilihan yang gegabah, karena kita tahu ia kemudian mengalami badai besar di tengah perjalanan dan mendarat di dalam perut ikan yang pasti berbau sangat busuk. Bukan hanya satu dua jam, tetapi dikatakan hingga tiga hari tiga malam lamanya. (ay 17). Pada akhirnya Yunus menyadari bahwa ia tidak punya pilihan lain selain harus taat, karena Tuhan akan memakai caraNya baik lembut maupun keras untuk menundukkan orang-orang yang sudah ditetapkan untuk dipilihNya.

Haruskah kita mengalami masalah terlebih dahulu untuk mau menuruti panggilan Tuhan? Perlukah kita terlebih dahulu diberi pelajaran keras supaya bisa taat? Dari Yunus kita bisa belajar bahwa lari dari Tuhan bukanlah solusi. Lari dari panggilan Tuhan tidak akan membuat kita bebas dari perintahNya. Apakah kita memilih untuk menolak dengan tegas atau dengan diam-diam berusaha melepaskan diri dari panggilan Tuhan, kita tidak akan bisa meredam panggilanNya. Selain kita akan hidup tanpa damai sukacita karena gelisah dan merasa bersalah dalam hati, Tuhan secara tegas sudah menyatakan bahwa bukan kita yang memilih Dia, tetapi Dia-lah yang telah memilih kita. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16). Dari ayat ini jelas terlihat bahwa dibalik panggilanNya yang sudah Dia tetapkan sejak awal, Dia pun telah menyiapkan berkat-berkatNya untuk tercurah pada kita. Sesungguhnya panggilan dari Tuhan merupakan sebuah kehormatan. Paulus mengakui pula hal ini kepada jemaat Galatia. “Tetapi karena kebaikan hati Allah, Ia memilih saya sebelum saya lahir dan memanggil saya untuk melayani Dia.” (Galatia 1:15).

Panggilan dari Tuhan adalah sebuah anugerah dan kehormatan yang luar biasa. Mungkin tidak gampang, mungkin berat, mungkin merugikan, tetapi belajarlah taat terhadap panggilanNya. Sebab bukan kuat dan hebatnya kita yang diperlukan, namun kerelaan hati dan kesediaan kita untuk menuruti kehendak Tuhan karena kita mengasihiNya. Kepada Yeremia pun Tuhan mengingatkan: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 1:7-8). Ketika Tuhan menyuruh, sebenarnya Dia sendirilah yang bekerja dengan memakai kita. Tuhan tidak membutuhkan ahli-ahli dan jagoan. Tuhan tidak membutuhkan kekuatan dan kehebatan manusiawi kita. Yang Dia butuhkan adalah orang yang memiliki hati yang rindu untuk mengasihi orang lain, yang dengan sukacita menuruti panggilanNya. Yunus melakukan hal yang keliru dan ia pun sudah mendapatkan pelajaran yang mahal harganya. Jangan lari dari panggilanNya. Taatlah sejak awal ketika Tuhan menanamkan sesuatu dalam diri anda untuk dikerjakan. Apa yang jadi panggilan anda? Sudahkah anda mengetahuinya dan menjalankannya? Find out your calling and do it the best you can. 

Bersyukurlah dan lakukan yang terbaik atas panggilan karena itu merupakan kehormatan besar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply