Menjaga Kemurnian Hati


PADA perikop hari ini, kembali Yesus menekankan bahwa makanan tidak membuat orang menjadi najis, karena makanan masuk ke dalam perut bukan ke dalam hati. Hati yang kotor dan tercemarlah yang merupakan sumber dari semua pikiran dan perkataan negatif serta niat yang jahat, yang membuat hidup kita menjadi tidak berkenan di hadapanNya.


Agar Tuhan dapat bersemayam dan bertahta di dalam hati kita, Ia menghendaki agar kita selalu menjaga kebersihan dan kemurnian hati.


Untuk itu marilah kita:

selalu membina relasi yang akrab denganNyamenyirami hati dengan SabdaNya yang akan menerangi langkah hidup kitasecara rutin menerima santapan rohani sebagai bekal yang menguatkan kita dalam meniti peziarahan hidup inisenantiasa bersyukur kepadaNya agar dapat menjalani hidup dengan penuh sukacitasering melakukan evaluasi diri, mengakui dosa dan memohon pengampunanNya

Semoga dengan selalu bersatu denganNya dan mengandalkan Dia, kita dimampukan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas dengan setia dan penuh komitmen, sehingga kita dapat hidup kudus seturut kehendakNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: