Menjadi Tua dan Usang

menjadin tua“Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.” (Ibr 8, 13) SEBELUM  masuk kota Banjarnegara, saya melihat ada tulisan ‘BABEKU’ di pinggir jalan. Istilah itu rupanya singkatan dari Barang Bekas Kualitas. Di tempat itu banyak terdapat barang-barang bekas, seperti radio, kipas angin, kulkas, sepeda, rongsokan mobil dan barang bekas lain. Barang-barang tersebut rupanya dikumpulkan dari berbagai macam tempat oleh para pemulung. Awalnya barang-barang tersebut baru. Namun demikian, seiring dengan perjalanan waktu dan penggunaan yang terus menerus, barang-barang tersebut menjadi tua dan usang; bahkan menjadi barang rongsokan. Menjadi tua dan usang adalah kenyataan yang pasti akan terjadi pada banyak barang, perabotan, kendaraan serta barang lain. Menjadi tua dan usang artinya tidak lagi memiliki keindahan dan daya tarik, banyak organ yang rusak atau tidak berfungsi, ditinggalkan atau dibuang, digantikan dengan barang lain yang baru dan lebih baik, tidak ‘matching’ dengan produk yang baru. Memang harus diakui bahwa beberapa orang punya hobi untuk mengumpulkan barang-barang yang berusia tua, tetapi punya keunikan. Mereka bersedia mengeluarkan sekian banyak dana untuk mendapatkan, memelihara barang-barang yang sudah tua dan usang. Bahkan beberapa orang membuat sebuah tempat khusus atau musium untuk menyimpan barang-barang yang tua dan usang. Menjadi tua dan usang adalah juga kenyataan yang dialami manusia. Apa yang dialami olah banyak barang tua dan usang, seringkali juga dialami oleh manusia. Banyak orang cepat sekali menjadi tua dan usang. Banyak orang tua yang ditinggalkan. Banyak orang sudah siap memasuki masa-masa tuanya dan siap menghadapi ‘situasi usang’ dalam dirinya. Namun demikian, ada pula orang yang tidak siap menerima kenyataan bahwa dirinya telah menjadi tua dan usang. Sejauh mana kenyataan ‘tua dan usang’ menjadi pengalaman hidupku? Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

menjadin tua

“Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.” (Ibr 8, 13)

SEBELUM  masuk kota Banjarnegara, saya melihat ada tulisan ‘BABEKU’ di pinggir jalan. Istilah itu rupanya singkatan dari Barang Bekas Kualitas. Di tempat itu banyak terdapat barang-barang bekas, seperti radio, kipas angin, kulkas, sepeda, rongsokan mobil dan barang bekas lain. Barang-barang tersebut rupanya dikumpulkan dari berbagai macam tempat oleh para pemulung.

Awalnya barang-barang tersebut baru. Namun demikian, seiring dengan perjalanan waktu dan penggunaan yang terus menerus, barang-barang tersebut menjadi tua dan usang; bahkan menjadi barang rongsokan. Menjadi tua dan usang adalah kenyataan yang pasti akan terjadi pada banyak barang, perabotan, kendaraan serta barang lain.

Menjadi tua dan usang artinya tidak lagi memiliki keindahan dan daya tarik, banyak organ yang rusak atau tidak berfungsi, ditinggalkan atau dibuang, digantikan dengan barang lain yang baru dan lebih baik, tidak ‘matching’ dengan produk yang baru.

Memang harus diakui bahwa beberapa orang punya hobi untuk mengumpulkan barang-barang yang berusia tua, tetapi punya keunikan. Mereka bersedia mengeluarkan sekian banyak dana untuk mendapatkan, memelihara barang-barang yang sudah tua dan usang. Bahkan beberapa orang membuat sebuah tempat khusus atau musium untuk menyimpan barang-barang yang tua dan usang.

Menjadi tua dan usang adalah juga kenyataan yang dialami manusia. Apa yang dialami olah banyak barang tua dan usang, seringkali juga dialami oleh manusia. Banyak orang cepat sekali menjadi tua dan usang. Banyak orang tua yang ditinggalkan. Banyak orang sudah siap memasuki masa-masa tuanya dan siap menghadapi ‘situasi usang’ dalam dirinya.

Namun demikian, ada pula orang yang tidak siap menerima kenyataan bahwa dirinya telah menjadi tua dan usang. Sejauh mana kenyataan ‘tua dan usang’ menjadi pengalaman hidupku?

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply