Menjadi Terang (1)

Ayat bacaan: Yesaya 60:1-2
======================
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”

Seorang teman yang tinggal di luar negeri merasa aneh saat terjadi pemadaman listrik mendadak. Ia berkata bahwa di negara tempat tinggalnya, kalau lampu tiba-tiba mati berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan kota. Seperti ada kerusuhan, gempa atau gangguan lain dalam skala yang mengancam keselamatan warga atau bahkan negara. Well, welcome to Indonesia, my friend… kata saya sambil tertawa. Di negara ini tarif listrik terus naik tapi kualitas pelayanan tetap atau bahkan makin buruk. Telat membayar listrik didenda, tapi kerusakan alat-alat yang menggunakan listrik yang terjadi akibat kelalaian perusahaan harap maklum saja.

Maka di negara ini senter masih menjadi perlengkapan yang wajib dipunyai setiap rumah. Saya meletakkan senter tetap pada tempat yang sama, sehingga kalau tiba-tiba terjadi pemadaman saya tahu harus bergerak kemana untuk memperoleh cahaya. Kondisi senter pun tetap siaga, dalam artian sudah dicharge terlebih dahulu. Ada senter yang bisa dicharge, ada yang masih harus pakai baterai. Apapun sumber dayanya, senter baru akan berfungsi baik apabila mendapatkan sumber daya yang baik pula. Baterai yang sudah lemah atau jika dibiarkan lama tanpa dicharge mengakibatkan cahaya yang dihasilkan senter redup atau bahkan mati.

Kita sebagai orang percaya mirip seperti senter, yang berhubungan dengan keharusan kita untuk menjadi sumber cahaya di dunia, pelita dalam kegelapan atau terang dalam kelam. Ada seruan Tuhan mengenai hal ini. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (Yesaya 60:1-2). God asks us not only to rise, but also shine. Why? Because as a believer we all have God’s radiant. Karena terang Tuhan terbit atas diri kita dan kemuliaanNya (seharusnya) nyata terlihat oleh orang lain, kita harus bangkit dan menjadi terang di dunia yang kelam dan gelap. Itu idealnya.

Masalahnya adalah, kita tidak akan pernah bisa menjadi terang kalau kita masih saja bermasalah dan bergumul dengan kondisi keimanan diri sendiri. Kalau senter mulai kehabisan baterai, bagaimana mungkin cahaya terang bisa keluar dari sana? Seperti itu pula diri kita. Kalau kita masih terpuruk dan membiarkan diri kita lemah secara rohani, niscaya kita tidak akan mampu bersinar. Sumber terang itu berasal dari Tuhan. Kemuliaan Tuhan bisa terbit dan bersinar terang dalam diri kita, dan itu hanya akan terjadi apabila kita menjalani hidup dengan selalu berpegang kepadaNya. Jangan berharap bisa memiliki terang Tuhan menyinari diri kita apabila kita jarang membangun hubungan dengan Tuhan atau malah terus melanggar perintahNya. Jadi sebelum menjadi terang, kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa diri kita tidak mengalami keterpurukan rohani.

Mari kita lihat poin selanjutnya. adakah gunanya cahaya jika tidak dipakai menerangi gelap? Tidak. Senter tidak akan berfungsi jika dipakai ditengah terik siang hari. Senter baru akan sangat terasa manfaatnya apabila dihidupkan dalam ruangan atau lingkungan yang gelap. Begitu pula kita. Terang yang berasal dari Tuhan tidak akan berguna jika kita simpan sendiri. Yesus bahkan sudah berkata: “Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.” (Lukas 11:33). Sebuah lentera, senter atau sumber cahaya tidak akan berguna kalau disembunyikan atau ditutupi sesuatu. Dia pun tidak akan berguna apabila tidak dipergunakan. Jika kita sudah bangkit dan memiliki cahaya kemuliaan Tuhan bersinar atas kita, langkah selanjutnya adalah menjadi terang yang bermanfaat, yang bisa menerangi dunia yang penuh dengan kegelapan dan kekelaman moral.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: