Menjadi Saksi Kristus

0
5


BANGSA Yahudi adalah bangsa yang tegar tengkuk. Meskipun Yohanes Pembaptis sudah memberikan kesaksian tentang Yesus yang datang sebagai Mesias, bahkan mereka sendiri juga sudah menyaksikan berbagai mukjizat dan karya Yesus yang merupakan bukti nyata keilahianNya, mereka tetap menolak Dia dan tidak percaya kepadaNya.


Dalam menjalani hidup, kerap kita juga tidak menghargai kasih Allah. Kita lebih memilih kenikmatan duniawi daripada melaksanakan perintahNya. Bukan lagi Dia yang menjadi prioritas utama di dalam hidup kita, melainkan seluruh kehendak dan keinginan kita. Harta, kekuasaan, popularitas, hobby bahkan smartphone menjadi ilah-ilah baru di dalam hidup kita, yang membuat kita mengabaikan keberadaanNya.


Yesus datang ke dunia untuk mewujudkan dan melaksanakan kehendak Bapa. Kesaksian hidupNya mencerminkan kasih Bapa yang sungguh besar bagi umat manusia. Berkat pengurbananNya, kita dibebaskan dari belenggu maut, Dialah Juru Selamat kita.


Mari bertobat, perbaharui hidup kita dengan berjuang untuk meneladani sikap hidupNya. Terus menerus belajar untuk mengutamakan kehendakNya dan menjadi saksiNya di tengah dunia ini. Senantiasa melekat kepadaNya, agar kita dimampukan untuk menghadirkan kasihNya dan menjadi saluran berkat dan keselamatan bagi orang di sekitar kita.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here