Menjadi Saksi KebangkitanNya


PERJUMPAAN para wanita dengan Yesus berdampak positif, mereka diteguhkan dan dibebaskan dari rasa takut. Dengan sukacita mereka membagikan kabar kebangkitanNya kepada para rasul. Sebaliknya, para prajurit yang telah menyaksikan kebangkitan Yesus dengan mata kepala sendiri, bersedia untuk menyangkal kebenaran dan memberitakan kabar dusta, demi sejumlah uang.


Praktek suap menyuap masih terus dilakukan hingga masa kini, guna ‘melicinkan jalan’ atau ‘mengubur kebenaran’. Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita rela menyangkal iman kita atau mengurbankan kebenaran demi memperoleh posisi yang nyaman, popularitas, uang yang melimpah?


Sebagai umat beriman, hendaknya kebangkitan Yesus membawa perubahan pada hidup kita. KemenanganNya terhadap maut menjadi inspirasi bagi kita untuk meninggalkan perbudakan dosa dan bangkit menjadi manusia baru, yang tidak hanya berani menyuarakan kebenaranNya namun juga menghidupi kebenaranNya.


Meskipun medan yang kita tempuh tidaklah mudah, namun kita harus menyadari bahwa di balik salib terdapat kemuliaan. Mari mohon rahmat kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan untuk menjadi saksi kebangkitanNya yang tangguh, yang senantiasa hidup dalam kebenaranNya dan dalam terang kasihNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply