Menjadi Penyemangat

Ayat bacaan: Roma 1:11-12
========================
“Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.”

penyemangat

Bertahun-tahun mengajar membuat saya menyadari bahwa permasalahan masing-masing orang itu berbeda. Beda siswa, beda masalahnya. Dan sebagai pengajar saya harus mampu memahami kelemahan-kelemahan mereka dan mencoba membantu mengatasinya. Seringkali masalah itu bukan dari sisi pelajaran melainkan dari luar. Mungkin masalah keluarga, pertemanan, kebiasaan, ketidakpercayaan diri dan sebagainya. Itu diluar tanggungjawab saya sesuai kurikulum, tapi jika itu tidak saya peduli, maka pelajaran pun tidak akan bisa mereka serap secara optimal. Dalam banyak kesempatan saya tidak bisa membantu banyak, namun menyediakan diri sebagai pendengar yang baik, menampung keluh kesah mereka dan memberi suntikan motivasi, sometimes even just as a shoulder to cry on, ternyata mampu memberikan sesuatu yang berharga bagi mereka. Saya senang melihat mereka maju, saya bahagia melihat mereka sukses. Mendengar berita baik dari mereka yang sudah bekerja, rasanya jerih payah ketika membimbing mereka pun terbayar lunas. Dan rasa itu jauh lebih dari gaji sebagai pengajar yang saya terima, tidak bisa dinilai dengan harga apapun.

Pada suatu ketika kita harus kembali kepada hakekat seorang manusia yang tidak mampu bertahan hidup sendirian. Tuhan pun tahu itu semenjak awal. “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Ketika Yesus hadir di dunia, Dia pun mengetahui hal yang sama. Lihatlah apa yang diputuskan Yesus ketika Dia mengutus kedua belas murid untuk melakukan pekerjaan mereka. “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua..” (Markus 6:7). Tidak hanya itu, Dia pun memberikan Penolong, Roh Kudus untuk menyertai, membimbing, mengingatkan dan membantu kita dalam setiap langkah yang kita jalani. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yohanes 14:16). Ketika kita sadar bahwa kita tidak akan pernah sanggup hidup sendirian, sudahkah kita tergerak untuk menjadi penghibur atau penyemangat orang lain, atau kita masih terlalu sibuk mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain? Maukah kita meluangkan waktu sejenak untuk membantu mereka? Tidak tahu harus bilang apa, tidak mampu memberikan apa-apa, itu tidak menjadi soal, karena seringkali sekedar menjadi pendengar yang baik pun sudah berarti besar buat mereka.

Lihatlah apa kata Paulus kepada jemaat Roma. “Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.” (Roma 1:11-12). Di ayat sebelumnya kita melihat bahwa Paulus terus berdoa agar ia diijinkan untuk bisa mengunjungi mereka. Kita tahu betapa berharganya hal itu bagi mereka. Sama seperti kita, jemaat di Roma pun tentu sangat senang ketika melihat bahwa ternyata ada orang yang peduli dengan mereka. Paulus bukanlah orang yang duduk-duduk santai tanpa kerjaan. Kita tahu bahwa ia sangat sibuk dalam melakukan pelayanannya dari kota ke kota, lengkap dengan segala penderitaan dan tekanan bahkan ancaman yang terus ia hadapi. Namun Paulus tahu bahwa manusia butuh satu sama lain. Di saat yang satu lemah, yang lain menguatkan. Itu terus ia lakukan secara konsisten. Dalam kesempatan lain ketika Paulus dan Barnabas melayani bersama-sama, mereka pun terus memberi dorongan semangat kepada orang-orang yang baru percaya. “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” (Kisah Para Rasul 14:21-22). Tidakkah banyak orang di sekeliling kita yang masih terlalu lemah untuk berdiri sendiri? Atau, tidakkah kita pun mengalami masa-masa ketika kita tidak sanggup lagi untuk melangkah ke depan? Jika kita butuh dorongan semangat, mereka pun butuh. Kita butuh penyemangat, we need someone as our encourager, tapi sebaliknya kita juga harus siap menjadi seorang penyemangat, being the encourager itself.

Karena itulah semangat kerjasama, saling dorong dan saling bantu berulang kali diingatkan dalam alkitab. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1 Tesalonika 5:11), atau lihatlah ayat ini “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkotbah 4:9-10). Bahkan dengan tegas dikatakan bahwa dengan saling tolong menolong, itu artinya kita sudah memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2).

Mari kita tanya diri kita hari ini, sudahkah kita cukup peduli terhadap kesulitan saudara-saudara kita, atau kita masih egois hanya memusatkan segalanya kepada kepentingan diri sendiri? Apakah kita sudah dipenuhi kerinduan untuk berbagi dan menjadi berkat, atau kita masih sibuk menimbun segalanya untuk diri sendiri saja? Apakah kita mau aktif dalam persekutuan-persekutuan dimana kita bisa saling menguatkan dan dikuatkan atau kita merasa terlalu sibuk untuk itu? Firman Tuhan berkata “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25). Jika anda berada dalam kondisi lemah hari ini, dan mendapatkan dorongan semangat dari orang lain, bersyukurlah pada Tuhan untuk itu. Di sisi lain, jika Roh Kudus menggerakkan anda untuk menjadi penyemangat atau penolong bagi orang lain, jangan tunda, jangan tolak, tapi segeralah lakukan. Tidak ada seorangpun manusia yang sanggup bertahan hidup sendirian, karena itu betapa indahnya ketika kita memiliki seseorang yang peduli dalam kesulitan-kesulitan yang tengah kita hadapi. Let’s start encouraging somebody today.

Saling membantu satu sama lain, itu artinya memenuhi hukum Kristus

Follow RHO Twitter: https://twitter.com/DailyRHO

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Renungan amsal 23:12-16
  2. renungan Amsal 14:21-22
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: