Menjadi Pelopor Sejak Muda (2)

(sambungan)Saya merenungkan apa yang saya lakukan saat masih berusia 20 tahun? Saya seperti kebanyakan dari teman-teman masih menikmati masa muda dengan bersenang-senang. Saya pada waktu itu tidak berpikir untuk menjadi orang benar, hidup lurus, taat a…

(sambungan)

Saya merenungkan apa yang saya lakukan saat masih berusia 20 tahun? Saya seperti kebanyakan dari teman-teman masih menikmati masa muda dengan bersenang-senang. Saya pada waktu itu tidak berpikir untuk menjadi orang benar, hidup lurus, taat aturan dan sebagainya. Yang terpikir hanyalah ingin memberontak dari segala larangan yang seperti membatasi kesenangan saya. Yosia yang sudah jadi raja sekian tahun sebelumnya ternyata tahu apa yang harus ia lakukan sebagai orang benar. Apa yang ia lakukan pada waktu itu tidak mudah, tapi ia memakai kekuasaan yang ia pegang untuk melakukan sesuatu yang benar. Ia menjadi pelopor pada masanya, ia masih menginspirasi dan menjadi teladan bagi kita hari ini, terutama bagi teman-teman yang masih di kisaran usianya.

Selain Yosia ada banyak pula orang-orang yang dipakai sejak usia mudanya. Daud sudah harus bertarung melawan Goliat disaat ia masih belia. Timotius dipakai luar biasa pada usia mudanya. Dan ada banyak lagi contoh di dalam alkitab. Lihatlah pesan Paulus kepada Timotius: ” Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12). Jadi usia bukanlah halangan atau hambatan, bukan pula alasan bagi kita untuk menghindari panggilan Tuhan. Berapa muda usia anda, Tuhan memerlukan anda. You can already make a difference even when you are still young and tender. 

Anak-anak muda, hiduplah lurus dari sekarang. Jangan menunda lagi dan terus terlena dalam gaya hidup dan nafsu anak-anak muda duniawi. Jangan terus buka celah bagi iblis untuk masuk dan merusak diri anda. Kepada Timotius, Paulus berpesan: “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2 Timotius 2:22). Tidak ada yang tahu kapan akhir jaman akan datang. “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32). Semua itu merupakan rahasia Ilahi. Jika kita tidak bersiap sejak sekarang, bisa jadi penyesalan akan datang pada saat yang terlambat. Seperti Yosia, jadilah teladan sejak muda. Begitu pula bagi kita semua yang mungkin sedang berada pada posisi pemimpin, jadilah pemimpin yang mencerminkan keteladanan Kristus. Jangan salah gunakan posisi yang dipercayakan Tuhan pada diri anda saat ini, tapi muliakanlah Tuhan dengan itu. Didik dan bimbinglah bawahan anda dengan jujur dan lurus. Demikian pula anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan kepada anda. Bimbinglah mereka menurut jalanNya. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6). Sebagai orang tua, jadilah pahlawan dengan “busur panah” yang baik untuk mengarahkan “anak-anak panah” anda ke arah yang benar. (Mazmur 127:4). Mari kita semua mulai mengambil komitmen untuk hidup lurus, benar di mata Tuhan sejak dini, karena itu merupakan kewajiban kita semua tanpa memandang usia.

Biarpun masih muda, kita dituntut untuk hidup benar dan menjadi saksi Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply