Menjadi Pelopor Sejak Muda (1)

Ayat bacaan: 2 Tawarikh 34:2=======================”Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.”Kemarin kita sudah melihat bahwa Tuhan tetap membutuhkan mereka yang suda…

Ayat bacaan: 2 Tawarikh 34:2
=======================
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.”

Kemarin kita sudah melihat bahwa Tuhan tetap membutuhkan mereka yang sudah lanjut usia untuk menjadi rekan sekerjaNya di dunia ini. Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan anak muda? Saya salut melihat anak-anak muda di gereja saya yang begitu aktif meski rata-rata masih belasan tahun atau teenagers. Bukan saja ibadah teens mereka terus meningkat pesat, mereka juga banyak terlibat di kebaktian umum terutama lewat tim kreatif yang mereka rintis sejak setahun lalu. Di lain pihak kita akan dengan mudah menemukan anak-anak muda bermasalah di luar sana. Pelaku begal misalnya didominasi oleh anak muda bahkan yang masih di bawah umur. Mereka masih seumur jagung, tapi sudah tega melakukan tindakan-tindakan sadis. Anak muda yang mengkonsumsi narkoba, seks bebas dan sebagainya, itu pun banyak. Banyak di antara mereka yang mengira bahwa urusan hidup benar itu nanti saja kalau sudah tua. Kalau masih muda ya senang-senang dulu. Tapi mereka lupa bahwa berbagai perbuatan buruk dan keji mereka bisa menghancurkan masa depan, atau bahkan membuat usia mereka berakhir sebelum waktunya.

Kalau orang yang sudah berusia senja saja Tuhan butuh, bagaimana dengan anak-anak muda? Apakah ada usia yang masih terlalu muda sehingga Tuhan tidak bisa pakai? Hidup benar adalah kewajiban semua orang tanpa memandang usia yang bersangkutan. Sejak muda sekalipun kita sudah dituntut untuk hidup lurus sesuai jalanNya, Tuhan ingin anak-anak muda siap untuk menjadi teladan bagi sesama sejak dini. Yang sudah lanjut usia Tuhan butuh, anak muda pun Tuhan butuh.

Mari kita lihat kisah mengenai Yosia yang dicatat dalam kitab 2 Tawarikh. Yosia diangkat menjadi raja di Yerusalem pada usia yang masih sangat muda, saat usianya baru menginjak 8 tahun. Menjadi raja di usia muda, ia ternyata berkuasa cukup lama, memerintah selama 31 tahun.

Apa yang menarik dari Yosia selain menjadi raja saat masih kanak-kanak? Meski masih kecil, ternyata Yosia dicatat memiliki gaya hidup yang lurus. “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.” (2 Tawarikh 34:2). Di ayat berikutnya dikatakan: “Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.” (ay 3).

Dikatakan itu terjadi pada usia kedelapan dari pemerintahannya. Berarti kejadiannya adalah saat usia Yosia masih 16 tahun. Di umur seperti itu dia sudah mencari Tuhan. Seorang anak muda belia dengan perilaku seperti itu? Wow. Itu luar biasa. Ditambah lagi statusnya sebagai raja, yang tentu saja memiliki agenda kesibukan yang sangat padat dan memiliki kekuasaan tertinggi yang berarti ia bisa melakukan apa saja sekehendak hatinya. Godaan untuk mabuk kekuasaan dan berlaku seenaknya akan mudah menyerangnya. Tetapi tidak dengan Yosia. Ia memiliki gaya hidup yang berbeda meski ia masih muda dan sebenarnya dengan kekuasaan yang ia miliki ia bisa bertindak sesukanya. Ia berbeda dari banyak raja yang gaya hidupnya tidak berkenan bagi Tuhan.

Pada tahun ke dua belas, ini artinya 4 tahun kemudian, ketika ia berusia 20 tahun, ia sudah mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari berbagai bentuk penyembahan berhala. “Mezbah-mezbah para Baal dirobohkan di hadapannya; ia menghancurkan pedupaan-pedupaan yang ada di atasnya; ia meremukkan dan menghancurluluhkan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan, dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala itu.” (ay 4). Pada usia yang masih sangat muda, Yosia sudah berperilaku lurus dan tidak menyimpang kemana-mana, ia mempergunakan statusnya sebagai raja dengan benar, dan tidak menyalahgunakan jabatan yang ia pegang. Di usia mudanya Yosia menjadi pelopor dan teladan dalam pergerakan reformasi rohani di wilayah pemerintahannya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply