Ayat bacaan: Markus 4:21
===================
“Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.”

Smart phone saat ini sudah dilengkapi oleh senter. Sepintas mungkin terlihat sepele atau bahkan tidak begitu perlu. Tapi pada saat-saat tertentu, fasilitas ini sangatlah berguna. Pada suatu kali ban mobil saya kempes saat sedang berada di jalan di malam hari. Kebetulan tempat itu sunyi dan gelap. Akan sangat sulit mengganti ban terutama memutar sekerup apabila tidak dibantu oleh sumber penerangan sama sekali. Untunglah hp saya ada senternya sehingga proses penggantian ban pun bisa dilakukan tanpa masalah.

Bayangkan hidup tanpa adanya sumber penerangan. Sebelum ada lampu, orang menggunakan lilin atau bahkan kunang-kunang, seperti yang dipakai ayah saya pada masa kecilnya. Sebelum ada lilin, mungkin orang memakai api unggun. Yang pasti, kita butuh terang dan tidak akan suka terus menerus berada dalam kegelapan.

Sekarang, apabila anda memiliki sebuah pelita. Dimanakah pelita itu anda letakkan? Jika anda menggunakan pelita itu sebagai sumber penerangan dalam ruang gelap, anda tentu akan meletakkannya pada posisi yang terbuka agar bisa menerangi ruangan. Pelita itu tidak akan berfungsi maksimal jika anda letakkan di dalam peti, di kolong tempat tidur atau wadah lainnya yang tertutup. Ini merupakan contoh yang sangat sederhana mengenai kebutuhan kita akan terang dan dimana terang itu harus ditempatkan agar bisa mendatangkan manfaat.

Tepat seperti itulah perumpamaan yang disampaikan Yesus. Kita butuh terang dalam menjalani hidup, dan terang itu sudah disediakan Tuhan. Ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, maka kita pun menerima terang. Sebab Yesus adalah terang yang sejati. “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12). Saat terang Yesus hadir dalam diri kita, maka terang itu pun akan menyinari kita semua; Kristus sendiri yang akan bercahaya atas kita. (Efesus 5:14). Dengan demikian kita yang dulu hidup dalam kegelapan, kini berubah menjadi anak-anak terang. “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” (Efesus 5:8). Apa yang bisa kita peroleh apabila hidup sebagai terang? Hidup sebagai terang akan nyata ketika hidup kita berbuah kebaikan, keadilan dan kebenaran. (ay 9). Dan dengan hidup dalam terang, dimana darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa. (1 Yohanes 1:7). Artinya, kita dilayakkan untuk menerima keselamatan.

Jadi, hidup dengan terang Kristus akan mendatangkan segala kebaikan dan membawa kita masuk ke dalam keselamatan. Tetapi ingatlah bahwa kita bukan cuma diberikan terang dalam hidup, tetapi kita juga harus berfungsi sebagai terang bagi orang lain. Terang yang kita peroleh dari sang “Terang Dunia” bukanlah dimaksudkan hanya untuk diri kita sendiri saja melainkan juga untuk menyinari saudara-saudara kita yang masih terperangkap dalam kegelapan. Secara jelas Firman Tuhan dalam Yesaya menyatakan hal itu. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (Yesaya 60:1-2).

Selain itu, ayat bacaan kita hari ini pun menggambarkan pesan yang sama secara langsung lewat Yesus. “Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.” (Markus 4:21). Pelita dinyalakan bukan untuk ditempatkan di bawah kolong atau ditutupi, namun agar cahaya bisa menerangi gelap, maka cahaya tersebut haruslah ditempatkan pada posisi yang benar. Jika kita sudah memiliki terang Kristus tapi kita tidak melakukan apa-apa dan hanya ‘sembunyi’ di dalam lingkup tembok gereja saja, bagaimana mungkin kita bisa menjadi terang hidup bagi dunia? Bagaimana terang yang kita miliki mampu untuk menyinari orang lain, apabila kita tidak berfungsi benar sebagai terang? Kata Yesus, pelita tempatnya di kaki dian, bukan di kolong tempat tidur atau di bawah gantang. Jadi kita perlu memperhatikan baik-baik dimana kita harus berada atau memposisikan diri agar kita bisa berfungsi maksimal sebagai terang dalam kehidupan.

Kalau terang tidak ditempatkan pada posisinya, terang kita tidak akan terlihat, tidak akan mampu menjangkau orang lain, sehingga kita gagal untuk melakukan amanat agung yang difirmankan Tuhan Yesus sesaat sebelum Dia naik ke Surga. Dan hal ini akan diperhitungkan pada hari penghakiman, dimana saat itu tidak lagi ada hal yang tersembunyi. All will be revealed. Hal inilah yang menjadi kelanjutan ayat bacaan di atas. “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Markus 4:22). Pada saat itu, siap atau tidak, kita harus mempertanggungjawabkan segala yang kita lakukan. Apakah kita hidup sesuai firman Tuhan atau tidak. Apakah kita sudah melakukan segalanya atas dasar kasih, atau malah mementingkan diri sendiri selama hidup. Apakah kita sudah melayani Tuhan dan pekerjaanNya, atau kita malas-malasan dan hanya menuntut berkat tanpa ingin memberkati. Semua itu akan dibuka pada hari penghakiman.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.