Menjadi Pelaksana Sabda

musa

Sabtu, 11 Oktober 2014

Hari Biasa Pekan XXVII. Galatia 3:22-29; Mzm 105:2-7; Lukas 11:27-28
  
“Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!”

JANGAN  salah mengerti! Yesus tidak pernah mengingkari ibu-Nya. Ketika seorang perempuan berseru dan memuji ibu-Nya, Yesus tidak menyangkal kebenaran bahwa Ibu Maria sungguh berbahagia dan terberkati. Dengan mengatakan, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan tekun melaksanakannya”, Yesus hendak menegaskan bawa tak seorang pun telah mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah dan terberkati selain Ibu Maria. Terberkatilah dan berbahagialah ia!

Ibu Maria sendiri telah menyadari hal ini saat dia menyanyikan kidung, “Segala keturunan akan menyebut aku berbahagia” (Lukas 1:48). Sebagaimana kita ketahui dengan baik dari Kitab Suci, Maria dengan rendah hati menyerahkan hidupnya dan taat pada rencana Allah yang mengagumkan demi penjelmaan Putra tunggal-Nya. Sang Sabda telah menjadi manusia dalam rahim Maria ketika Maria dengan taat berkata kepada malaikat-Nya, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakmu.” (Lukas 1:38). Maria mendengarkan sabda Allah yang disampaikan kepadanya melalui malaikat-Nya. Ia tidak hanya percaya tetapi dengan tekun dan penuh iman melaksanakan sabda itu.

Dalam Injil hari ini, kita membaca, Yesus menambahkan dan menegaskan nyanyian ibunda-Nya dengan menunjukkan bawa sumber dari semua berkat dan kebahagiaan adalah persatuan dengan Allah dalam hati, budi dan kehendak. Sabda ini mirip dengan sabda-Nya yang lain ketika Yesus menegaskan, bahwa barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah sahabat-Nya, dialah anggota keluarga-Nya. Kita sungguh bahagia karena kita mengenal Allah secara personal dan kita menemukan sukacita dengan mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus yang menunjukkan kepada kita tujuan hidup kita. Alasan dan tujuan hidup kita adalah persatuan dengan Allah. Dalam Adorasi Ekaristi kita menyadari bahwa kita diciptakan bagi Allah dan hati kita hanya akan tenang damai sejahtera bila beristirahat dalam Dia.

Tuan Yesus Kristus; siapa pun yang mengikuti Engkau dan mencari kehendak Allah menjadi anggota keluarga yang baru, keluarga para kudus di dunia dan di surga. Engkau mengubah relasi manusiawi kami dan menunjukkan kepada kami bahwa persaudaraan sejati tidak ditentukan oleh relasi manusiawi darah dan daging. Engkau mengajar kami bahwa kami telah diangkat menjadi putri-putra Allah dan menghendaki agar kami menghayati kekeluargaan surgawi kami dengan taat setia kepada-Mu dan kepada kerajaan-Mu.Semoga kami selalu lapar akan Allah dan sabda-Nya dan dengan tekun setia melaksanakannya dalam kehidupan kami, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶musa
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: