Menjadi Orang Yang Cakap

Ayat bacaan: Amsal 22:29
===================
“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.”

menjadi orang yang cakap

Melihat istri memasak menjadi sebuah hiburan tersendiri buat saya. Saya melihat bagaimana ia meracik berbagai bahan untuk kemudian tampil menjadi makanan yang lezat. Tidak jarang saya membantunya dalam urusan potong memotong atau iris mengiris, lalu terkagum-kagum melihat hasil potongan atau irisan saya tampil sebagai hidangan nikmat di meja makan. Bayangkan seandainya anda memakan telur mentah, atau memasukkan garam sesendok teh langsung ke mulut, tentu rasanya tidak akan enak. Gula yang manis pun tidak akan enak anda rasa apabila anda memakannya langsung sesendok penuh. Tetapi racikan bahan-bahan dasar itu ketika diolah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang tidak saja lezat rasanya tetapi juga bermanfaat bagi tubuh kita.

Melanjutkan renungan kemarin mengenai pentingnya untuk mencari tahu atau mengenali talenta-talenta yang sudah disediakan Tuhan dalam hidup kita, hari ini saya ingin mengajak anda untuk menyadari bahwa anda tidak akan bisa berbuat banyak tanpa terlebih dahulu mengolah talenta atau keahlian-keahlian khusus yang telah Dia anugerahkan dalam hidup anda. Talenta seringkali bagaikan “raw material” alias bahan mentah yang perlu terlebih dahulu diasah untuk bisa menciptakan sebuah potensi luar biasa untuk keluar dari diri anda. Jika anda tidak tahu apa yang ada pada diri anda, bagaimana anda bisa mengasahnya? Itulah sebabnya kita perlu terlebih dahulu memeriksa dengan seksama apa sebenarnya yang telah Tuhan sediakan bagi kita, dan tentunya berdoa untuk mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan sesungguhnya untuk kita masing-masing. Setiap orang punya panggilannya sendiri dan yang terbaik tentunya menjalani hidup segaris dengan rencana Tuhan sejak semula bagi kita. Tuhan telah menyediakan talenta-talenta tersendiri bagi kita, dan itu harus kita asah, latih atau bentuk terus agar bisa menjadi kekuatan bagi kita untuk mencapai sukses. Mengetahui, mengasah, mengembangkan dan mempergunakan potensi yang ada untuk mencapai kesuksesan dan di dalamnya memuliakan Tuhan. Itu intinya.

Tuhan tidak pernah menginginkan anak-anakNya untuk menjadi orang yang suka bekerja setengah-setengah. Jika anda terus mengasah potensi yang ada dalam diri anda, mengasah keterampilan, bakat atau kemampuan-kemampuan khusus dalam diri anda dan dengan sungguh-sungguh mempergunakannya, maka anda akan tampil menjadi orang-orang yang cakap di bidangnya. Itulah yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita menjadi orang-orang yang cakap di bidang masing-masing. Tuhan suka bekerja lewat kesungguhan dan keseriusan kita, bukan memanjakan kita secara instan. Itu tidak mendidik dan tidak bagus buat kita. Tuhan senang memberkati kita lewat kesungguhan atau keuletan kita dalam bekerja. Bahkan Tuhan ingin kita bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang lain lewat segala sesuatu yang kita lakukan, dimana kemuliaanNya akan tercermin terang dan jelas disana.

Salomo mengajukan sebuah kalimat penting mengenai hal ini dalam bentuk pertanyaan kepada kita. “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Amsal 22:29). Perhatikan kata “cakap”. Bukan hanya sekedar bekerja saja, tetapi dilengkapi dengan kata “cakap”. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “dilligent and skillful”, alias “rajin dan ahli.” Itulah yang dimaksudkan lewat kata “cakap”, dan itu seharusnya menjadi gambaran dari orang-orang percaya. Bukan setengah-setengah, bukan asal jadi dan bukan pula pas-pasan. Memberi yang terbaik dalam pekerjaan, usaha, atau belajar dan sebagainya, itu merupakan sebuah keharusan. Disana tercakup hal mengetahui potensi dalam diri kita, lalu mengolah, mengasah dan mempergunakannya dengan baik, untuk tujuan baik. Inilah gambaran orang-orang yang cakap, dan mereka yang cakap tentu akan berdiri di posisi tinggi dan terhormat. 

Tuhan memandang penting akan sejauh mana kita mengetahui apa yang telah Dia berikan pada kita. Tuhan menghargai usaha keras yang dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Dia siap memberkati kita yang selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk terus meningkat naik lebih tinggi lagi. Ini sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan pula. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” (Ulangan 28:13). Tuhan menjanjikan keberhasilan, bukan kegagalan. Tuhan menjanjikan masa depan yang gemilang bukan yang buruk. Kita didesain sebagai kepala bukan ekor, dimaksudkan untuk terus naik dan bukan turun. Ini akan kita peroleh jika kita mau mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dengan setia. Mencari tahu apa yang ada pada diri kita, bekerja secara serius dan sungguh-sungguh, itu pun merupakan bagian dari melakukan perintah Tuhan dengan setia, dan itu akan membuat kita memperoleh keberhasilan demi keberhasilan dalam karir, keluarga, pelayanan atau dalam apapun yang sedang kita lakukan.

Seperti yang telah kita lihat kemarin, perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30) menggambarkan dengan jelas bahwa Tuhan telah memberikan kita keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Semua itu ia titipkan kepada kita agar kita bisa melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, dan bukan untuk bekerja asal jadi. Semua itu merupakan bekal yang sangat besar gunanya bagi kita untuk dipergunakan demi kebaikan kita dan kemuliaan Tuhan. Dan ingatlah bahwa semua itu pada suatu ketika haruslah kita pertanggungjawabkan. Banyak tidaknya talenta yang telah Dia titipkan bukan masalah sama sekali. Berapapun yang dipercayakan Tuhan kepada kita merupakan hal yang patut kita syukuri, dan kita harus sadar pula bahwa itu semua sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bisa berhasil dalam setiap apa yang kita kerjakan. Perhatikan rangkaian berikut ini: Tuhan ingin kita sukses, Tuhan memberikan bekal buat kita untuk itu, dan Tuhan siap memberkati pekerjaan kita. Bukankah itu merupakan sebuah kesatuan yang luar biasa indahnya? Dengan bekerja serius maka berarti kita menghargai Tuhan, sebaliknya bagaimana mungkin kita mengaku sebagai orang yang bersyukur apabila kita tidak mau serius dalam bekerja? Menjadi cakap itu artinya kita memuliakanNya, tetapi bagaimana kita mengaku mengasihi Tuhan kalau kita terlalu malas untuk mengasah dan mengolah potensi diri kita, atau bahkan tidak tahu apa yang kita miliki sama sekali?

Selanjutnya ingatlah bahwa Tuhan pun sudah menegaskan kita agar bekerja serius seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Tuhan memandang penting arti sebuah keseriusan dari diri kita. Jika kita melakukannya dengan sebaik mungkin dan memuliakan Tuhan di dalamnya, tentu Tuhan pun tidak akan sungkan-sungkan untuk memberkati kita tepat seperti apa yang Dia rindukan. Bayangkan betapa senangnya Tuhan apabila melihat anak-anakNya menjadi orang-orang yang berpengaruh dalam bidangnya masing-masing, menjadi teladan bagi pekerja lain, serta rajin, jujur dan setia dalam setiap yang dikerjakan. Orang tua kita saja akan merasa sangat bangga, apalagi Bapa kita di Surga. Cari tahu terlebih dahulu potensi apa yang kita miliki, lalu mengasah dan mengolahnya, dan pergunakan dengan baik, untuk tujuan baik. Jangan lupa pula untuk mencari tahu apa rencana Tuhan sesungguhnya atas diri kita masing-masing dan mendoakan setiap langkah agar seturut kehendak Tuhan. Ini akan membuat anda tampil sebagai orang yang dikatakan cakap, dan disanalah anda akan menggenapi posisi anda yang sesungguhnya seperti yang diinginkan Tuhan.

Perhatikanlah performance anda saat ini. Sudahkah anda memberikan yang terbaik dalam pekerjaan atau studi anda? Sudahkah anda melakukan yang terbaik bagi keluarga anda? Pedulikah anda akan kecakapan, maukah anda terus melatih diri agar menjadi lebih cakap lagi? Ketahuilah bahwa Tuhan akan selalu siap memperbesar kapasitas dari orang-orang yang cakap di bidangnya masing-masing. Keberhasilan merupakan bagian dari kehidupan anak-anak Tuhan, dan itu akan bisa dicapai apabila kita mau menghargai segala talenta yang diberikan Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mempergunakannya dengan baik dalam pekerjaan kita. Ada masa depan yang indah penuh dengan keberhasilan bagi kita semua, dan itu semua akan bisa dicapai apabila kita mau mempergunakan talenta-talenta dari Tuhan yang sudah terasah dengan baik untuk kemuliaanNya.

Jadilah orang cakap yang akan menempati posisi terhormat di bidang kita masing-masing

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: