Menjadi Hamba Tuhan Yang Sejati

SETIAP orang pasti mempunyai rencana indah untuk masa depan. Semua usaha dan tenaga  dikerahkan dengan sebaik mungkin agar rencana dapat terwujud sesuai kehendak kita. Namun ada kalanya kita menemui kegagalan, tidak semuanya berjalan lancar dan mulus seperti yang kita inginkan. Akhirnya rencana yang sudah tersusun rapi menjadi hancur berantakan. Dalam kondisi seperti ini, apakah kita terus meratap menyesali diri, menyalahkan Tuhan dan berkubang di dalam keputusasaan?

Sebagai orang beriman, hendaknya kita meneladani sikap Bunda Maria. Imannya yang teguh kepada Tuhan, mengalahkan semua ketakutan, kekecewaan dan kekawatirannya akan masa depannya. Meskipun Bunda Maria tidak memahami rencana Tuhan, ia rela mengurbankan rencananya sendiri dan menyatakan Ya atas kehendakNya. Ia percaya penuh akan penyelenggaraan Tuhan di sepanjang hidupnya.

Sadari bahwa semua peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita, tidak pernah luput dari pandangan mataNya. Jangan terus menggenggam erat rencana kita, percayalah bahwa rencanaNya jauh lebih indah dan sempurna daripada rencana kita.

Mari kita belajar menjadi hambaNya yang sejati, selalu terbuka terhadap rencanaNya dan melangkah dengan iman.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: