Menjadi Besar Karena Melayani

Ayat bacaan: Markus 10:45
====================
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

manager gunung agung ciwalk


Pada suatu kali saya pernah bertemu seseorang yang bekerja sebagai pemimpin perusahaan. Ketika pada satu saat saya ngobrol dengan dia, dia berkata bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya mengucapkan terima kasih kepada pegawainya. “untuk apa? itu kan memang sudah tugas mereka. Terlalu baik nanti ngelunjak.” itu kira-kira yang saya ingat dari apa yang diucapkannya. Di waktu lain, pernah ketika istri saya sedang mencari tempat untuk mengerjakan skripsinya, saya menemaninya untuk menanyakan kesediaan toko buku Gunung Agung di Ciwalk. Pegawai disana yang biasanya ramah melayani pembeli tiba-tiba berubah air mukanya begitu mendengar bahwa kedatangan kami adalah untuk menanyakan kemungkinan untuk skripsi di sana. “oh, tunggu saja dulu, bapak belum datang.” Kami pun menunggu dua jam. Lama-lama saya melihat ada orang berdasi yang memang manajer dari toko buku itu, tapi kami tidak diberitahukan sama sekali. Ketika saya tanyakan kepada si pegawai, dia berkata “bapak sibuk, tidak bisa diganggu.” Padahal si manajer cuma duduk santai, dan itu kelihatan jelas di depan mata saya. Bayangkan perlakuan seperti itu, padahal kami pun di lain waktu adalah pembeli disana. Banyak orang yang berpikir hanya pada satu kondisi saja, tanpa melihat kehidupan secara global. Maksud saya, di satu saat mungkin kita butuh bantuan, tapi di saat lain kita bisa jadi diperlukan.

Apakah seorang pemimpin menjadi besar karena status dan pangkat? Apakah menjadi pemimpin besar berarti menjadi seseorang yang absolut dan hanya dilayani, merasa rendah ketika melayani? Apakah seorang pemimpin dihormati karena jabatan yang dipegangnya? Apakah yang menjadikan seseorang pemimpin yang besar? Martin Luther King Jr punya jawabannya pada satu kotbah di awal tahun 1968.

“Everybody can be great, because everybody can serve.
You don’t have to have a college degree to serve.
You don’t have to have to make your subject and your verb agree to serve.
You don’t have to know about Plato and Aristotle to serve.
You don’t have to know Einstein’s “Theory of Relativity” to serve.
You don’t have to know the Second Theory of Thermal Dynamics in Physics to serve.


You only need a heart full of grace,
a soul generated by love,
and you can be that servant.”

Orang menjadi besar karena mereka bisa melayani. Tidak perlu gelar, tidak perlu menguasai pengetahuan yang luar biasa terlebih dahulu. Yang dibutuhkan hanyalah hati yang penuh sukacita, dan jiwa yang dipenuhi kasih. Inilah prinsip Martin Luther King Jr, yang benar-benar menggambarkan pribadi Yesus Kristus. Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk menjadi pelayan dan hamba agar bisa menjadi besar (Markus 10:43-44). Yesus sendiri datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani dan menebus kita. Tuhan, yang seharusnya ada pada posisi tertinggi pun datang untuk melayani. Ini sebuah ajaran luar biasa, bahwa untuk menjadi orang yang besar, kita harus siap melayani dengan sepenuh hati. Sulitkah? Tidak sama sekali, karena hati kita telah dipenuhi sukacita dan kasih oleh Roh Kudus. Semua telah dicukupi oleh Tuhan.

Visi pemimpin modern sudah seharusnya berubah. Kita menjadi besar bukanlah akibat gelar, pangkat atau jabatan kita, tapi dari sebesar apa keinginan kita untuk melayani. Untuk melayani Tidak dibutuhkan ijazah perguruan tinggi terlebih dahulu, atau sertifikat-sertifikat lainnya. Tidak diperlukan keahlian-keahlian tertentu, atau tingkat umur tertentu, karena Tuhan telah menyediakan semuanya; sukacita, kasih dan talenta pada masing-masing anakNya. Kalau Tuhan saja datang untuk melayani dan menebus kita, betapa ironisnya ketika kita malah hidup sombong dan hanya mau dilayani. Jika ingin bermegah, bermegahlah karena kita masih diberi waktu dan kesempatan untuk melayani.

Sekecil apapun hal yang anda lakukan untuk Tuhan Yesus adalah suatu perkara besar di mata Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply