Mengunjungi Istana Bogor (1)

Istana Bogor dari samping

BERTAHUN-tahun lamanya setiap kali melintasi kawasan Bogor, mata hanya bisa memandang dari arah kejauhan betapa megah dan asrinya Istana Kepresidenan di jantung Kota Hujan ini. Itu pun hanya bisa dilsaksikan sejenak ketika mobil bergulir mengeliling Istana Bogor di balik kubengan pagar besi yang mengintari Istana.

Namun kini, seiring dengan semakin terbukanya Sekretariat Negara (Setneg) sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Istana Bogor pun sudah mulai terbuka untuk umum. Artinya, boleh dikunjungi dengan bebas, tanpa biaya, dan bahkan disediakan jasa tour guide gratis oleh pihak Istana Bogor.

Maka, pada hari Senin 27 Oktober 2014 pekan lalu, bersama sejumlah orang, saya berkesempatan mengunjungi Istana Bogor.

Baru buka pukul 08.00 WIB
Rombongan kami datang terlalu awal. Pukul 07.00 WIB sudah sampai di depan pintu Istana Bogor. Namun, karena jam kerja dan jam kunjungan wisata di Istana Bogor baru pukul 08.00 WIB, maka sejenak rombongan menunggu di parkiran, sedikit di luar Istana, di sebuah lapangan parker luas persis di samping bangunan gedung museum LIPI.

Akhirnya tibalah waktunya: Pukul 08.00 WIB saya bersama rombongan diizinkan masuk oleh petugas Istana Bogor. Pertama-tama lapor diri ke bagian pos penjaga keamanan dengan Korps Polisi Militer dengan memperlihatkan KTP berikut surat izin boleh berkunjung ke Istana Bogor yang dikeluarkan otoritas Istana Bogor.

Ini berarti, jauh hari sebelum datang ke Istana Bogor, surat permohonan berkunjung ke Istana Bogor harus diurus terlebih dahulu. Caranya gampang: bisa melalui email atau cukup faksimili dengan menyertakan jumlah peserta dan daftar nama pengunjung untuk proses perizinan.

Dalam beberapa hari ke depan, maka surat jawaban dari Istana Bogor akan dikirim dan notifikasi perizinan bisa diambil sebelum di lokasi Istana Bogor sebelum rombongan akhirnya tiba untuk wisata sejarah.

Istana Bogor prosedur perizinan

Prosedur proses permohonan izin wisata ke Istana Bogor (Mathias Hariyadi)

Prosesnya perizinannya sebagai berikut:

  1.  Membuat surat permohonan izin wisata sejarah.
  2.  Surat permohonan izin wisata harus disertai daftar nama pengunjung dan pihak penanggungjawab rombongan, berikut dengan nomor kontaknya.
  3.  Rombongan hanya boleh masuk Istana Bogor sesuai daftar isi/jumlah rombongan yang diajukan sebelumnya. Nama-mana lain di luar daftar peserta rombongan tidak diperkenankan masuk.
  4. Surat permohonan izin dikirim dan ditujukan Kepala Istana Kepresidenan Bogor di Jl. H. Juanda 1, Bogor, Jawa Barat. Telepon (0251) 832 1001 pesawat 141 atau faksimili (0251) 832 8172.
  5. Surat permohonan juga bisa diikirimkan melalui email: tu.istanabogor@gmail.com.
  6. Jadwal kunjungan hanya tersedia sepanjang hari Senin-Kamis, pukul 08.00 sd. 14.00 WIB.
  7. Hari kunjungan tidak tersedia pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu guna mengantisipasi kalau Istana Bogor dipakai untuk kepentingan internal Presiden dan/atau acara kenegaraan lainnya.
  8. Dengan demikian, Surat Izin Wisata Masuk Istana Bogor yang sudah telanjur dikeluarkan pihak pengelola Istana Bogor bisa sewaktu-waktu dibatalkan, bila secara mendadak Istana akan dipakai untuk kepentingan acara negara/pemerintah.

Aturan kunjungan
Secara umum, setiap orang yang berkunjung ke Istana Bogor diminta berbusana secara sopan dan bermartabat. Pria wajib mengenakan celana panjang lengkap dengan ikat pinggang , kemeja bebas asal bukan kaos T-Shirt, dan bersepatu. Perempuan juga tidak diperkenankan memakai T-Shirt, memakai gaun di bawah lutut, baju berlengan, stelan celana panjang atau busana blazer/muslim dan bersepatu.

Hal-hal yang tidak boleh dibawa masuk ke Istana Bogor: senjata, bungkusan, tas, ransel, makanan/minuman (di dalam Istana tersedia kantin makan/minuman ringan dan barang-barang cindera mata), dan binatang piaraan. Tidak boleh merokok atau makan/minum sepanjang rute wisata di kompleks Istana Bogor.

Bagaimana dengan memotret?
Pada umumnya, wisatawan yang berkunjung ke Istana Bogor diizinkan membawa kamera masuk dan memotret. Namun, pada areal tertentu ada larangan jelas “Dilarang Memotret” dan kalau ketahuan memotret, maka petugas Istana Bogor yakni pasukan paspampres akan dengan suka hati menegur wisatawan yang ‘bandel’.

Apakah perlu membayar untuk bisa masuk Istana Bogor?
Sama sekali tidak ada pungutan biaya apa pun alias gratis. Bahkan, Istana Bogor juga menyediakan jasa tour guide secara cuma-Cuma untuk memberikan latar belakang historis dan sejarah Istana Bogor berikut pernak-pernik yang ada di dalamnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: