Mengolah Hati

INJIL pada hari ini mengajak kita semua untuk melakukan introspeksi diri. Sebagai pengikut Kristus, sudahkah benih Sabda yang ditaburkanNya membuahkan kasih dan kebaikan di dalam kehidupan kita? Coba evaluasi kembali penziarahan hidup kita sampai saat ini, termasuk kategori manakah diriku?

Selalu mengedepankan logika dan akal budi, terlalu percaya pada kemampuan dan kehebatan diri sendiri sehingga mengabaikan keberadaan Tuhan. Sabda yang didengar hanya masuk telinga kanan dan keluar lewat telinga kiriHanya percaya kepadaNya ketika semua rencana berjalan lancar, namun dengan segera meninggalkan Dia saat berbagai badai kehidupan datang memporakporandakan seluruh rencana yang telah tersusun dan tertata rapi. Hal ini terjadi karena Sabda yang didengar tidak pernah dihayati sehingga tidak mengakar di dalam hidupnyaLebih mengutamakan kesenangan duniawi sehingga Tuhan ditempatkan pada urutan terakhir. Akibatnya, Sabda yang sudah mulai bertumbuh pada akhirnya mati perlahan-lahan karena ditelantarkan.

Bila sampai saat ini kita belum menjadi pendengar dan pelaksana SabdaNya, janganlah berkecil hati, masih ada kesempatan untuk mengubah diri kita. Mari tumbuhkan komitmen untuk mengolah lahan hati kita. Semoga dengan setia menyiraminya dengan doa dan memupuknya dengan SabdaNya; lahan hati kita menjadi subur dan membuahkan banyak tindakan kasih dan kebaikan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: