Mengisi Hati dengan Damai Sejahtera yang berasal dari Tuhan (2)

(sambungan)Bagaimana kita bisa mendapatkan keteguhan hati? Keteguhan hati tidak datang secara instan. Ini adalah sesuatu yang harus terus kita latih agar terus bertumbuh lebih baik dari hari ke hari, terus membangun hubungan dengan Tuhan, memiliki iman…

(sambungan)

Bagaimana kita bisa mendapatkan keteguhan hati? Keteguhan hati tidak datang secara instan. Ini adalah sesuatu yang harus terus kita latih agar terus bertumbuh lebih baik dari hari ke hari, terus membangun hubungan dengan Tuhan, memiliki iman yang diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata. Ingatlah bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa berdiri teguh, karena Kristus sesungguhnya sudah memerdekakan kita jauh sebelumnya. Firman Tuhan berkata “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1). Sebuah dasar yang sangat kuat sudah diberikan kepada kita, tinggal keseriusan kita untuk terus menjaga dan menumbuh-kembangkan hati yang teguh dengan mendasarkan hati kita kepada Kristus dan kebenaran yang terkandung dalam firman-firmanNya.

Firman itu meneguhkan. Itulah yang disampaikan Petrus pula dalam pelayanannya. “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.” (2 Petrus 1:19). Apa yang meneguhkan kita menurut pengalaman Petrus dan rekan-rekan sekerjanya sesungguhnya jelas, yaitu firman Tuhan, yang semuanya hingga hari ini bisa kita renungkan dengan membaca Alkitab maupun dari kotbah-kotbah para hamba Tuhan yang kita terima dalam kebaktian setiap minggunya. Terus membaca dan merenungkan firman Tuhan dengan sepenuh hati akan mampu meneguhkan kita. Lihatlah bagaimana Petrus dan rekan-rekan sekerjanya bisa tetap berdiri teguh tanpa rasa takut dalam mewartakan berita keselamatan, meski bahaya yang mereka hadapi sungguh tidaklah ringan dan sedikit. Sekalipun nyawa mereka terancam, mereka tetap bisa mereka hadapi dengan damai sejahtera yang memenuhi hati mereka. Apa yang kita hadapi mungkin tidaklah seberat mereka. Jika mereka saja bisa, mengapa kita tidak?

Selanjutnya mari kita lihat firman berikut. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Dia sudah berkata bahwa keteguhan akan selalu mampu membuat kita tetap kuat dalam melakukan pekerjaan Tuhan, dan dalam persekutuan denganNya saat melakukan semua itu tidak akan ada yang berakhir sia-sia. Layaknya otot yang kuat terlatih mampu mengangkat beban yang lebih berat dibanding kesanggupan orang biasa, demikian pula otot iman yang kuat akan memampukan kita untuk tetap berpegang teguh dalam pengharapan dan kepercayaan kepada Tuhan. Itulah yang akan membuat kita tidak mudah kehilangan damai sejahtera dan sukacita tak peduli seganas apapun badai menerpa hidup.

Hidup tidak akan pernah selamanya tenang. Akan ada waktu-waktu dimana kita harus menghadapi masalah, tapi semua itu seharusnya tidak akan sanggup merampas damai sejahtera dari dalam diri kita jika kita memiliki otot iman yang kuat. Damai sejahtera yang sejati berasal dari Tuhan bukan dari dunia, itu tidak tergantung dari situasi dan kondisi faktual dalam hidup melainkan datang dari keputusan apakah kita mau memilikinya atau tidak. Hidup yang dipimpin Roh akan membawa kita untuk merasakan damai sejahtera yang bukan saja mampu membuat hidup kita dipenuhi sukacita dan ketenangan tetapi juga berfungsi sebagai penuntun yang menjauhkan kita dari pengambilan keputusan-keputusan atau perbuatan-perbuatan yang buruk di mata Tuhan.

Damai sejahtera berasal dari Tuhan bukan tergantung oleh situasi di sekeliling kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply