Menghadapi Tuduhan Iblis (1)

Ayat bacaan: Yohanes 8:44
=================
“… Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”

Saya sering bertemu dengan orang yang sulit pulih dari kesalahan masa lalunya. Mereka terus terbelenggu oleh rasa bersalah dan merasa tidak pernah layak menerima pengampunan dari Tuhan. “Saya sudah terlalu banyak melakukan kesalahan, tidak mungkin saya masih bisa terima pengampunan dari Tuhan. Semua sudah terlambat.” demikian kata seorang ibu pada suatu kali. Ia tidak pernah bisa merasa nyaman meski sudah bertobat. Ia terus menjadi tertuduh atas kesalahan yang pernah ia perbuat di masa lalunya. Orang-orang yang masih didera perasaan bersalah seperti ini tidaklah jarang kita temui. Saya yakin anda setidaknya pernah bertemu dengan mereka, atau jangan-jangan anda masih merasakan hal yang sama meski dalam skala yang lebih kecil. Tertuduh. Being accused. Bagaikan mantan narapidana yang masih mendapat gelar ‘mantan napi’ meski sudah bebas. Sepertinya ada yang terus menunjuk muka dan mengingatkan bahwa mereka pernah bersalah dan karenanya tidak layak menerima pengampunan, pemulihan dan keselamatan. Tidak jarang pula kita mendengar orang yang kemudian memilih mengakhiri hidupnya karena merasa kesempatannya sudah tertutup habis. Benarkah demikian? Jika itu masih menjadi bagian dari hidup sebagian kita, itu artinya kita masih terpengaruh kepada jebakan iblis.

Jebakan iblis? Ya. Tahukah anda bahwa cara iblis mengganggu bukanlah seperti apa yang anda saksikan di film-film horror. Iblis bisa tampil dalam bentuk-bentuk seram untuk menakut-nakuti anda, tapi apa yang paling efektif dan menjadi favorit iblis untuk mengganggu orang-orang bertobat adalah dengan menjadi penuduh. Iblis suka memakai kesalahan anda di masa lalu sebagai senjata ampuhnya mengganggu pemulihan anda. Jika anda tidak hati-hati, maka anda bisa jadi tertuduh sepanjang hidup anda. Anda akan sulit pulih, sulit maju dan menjadi sulit bertumbuh dalam iman. Mengapa ini menjadi senjata ampuh? Sebab apa yang dipakai iblis adalah sesuatu yang memang pernah anda lakukan sehihgga anda tidak menyangka bahwa itu adalah bentuk tipuan atau dusta iblis. Anda mengira bahwa itu merupakan penghakiman atau hukuman atas kesalahan yang memang harus anda jalani seumur hidup anda.

Alkitab mengatakan bahwa dusta merupakan ciri khas iblis. Yesus menyampaikan hal itu secara langsung. “… Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” (Yohanes 8:44). Kata Yesus adalah seperti ini: kalau iblis berdusta, itu wajar karena memang demikianlah sifatnya. Iblis itu pendusta dan asal segala dusta. Kebohongan iblis bahkan sudah dilakukan sejak awal penciptaan manusia di taman Eden. (bacalah Kejadian 3). Iblis berdusta dengan menjadi penuduh manusia, sehingga kita seolah-olah tidak akan pernah bisa diampuni. Jika anda melihat kitab Ayub pasal 1 ayat 12 dalam versi bahasa Inggris amplified, disana ada penekanan yang diletakkan di depan kata iblis yaitu “the adversary and the accuser”, yang terjemahannya adalah “musuh dan penuduh”. Jelaslah bahwa ini merupakan senjata favorit iblis untuk menjatuhkan kita. Iblis tidak akan pernah mau melihat kita selamat. Dia akan terus berusaha menjadikan kita terdakwa sampai akhirnya kita putus asa dan merasa semakin jauh dari keselamatan.

Apa yang dipakai iblis adalah dosa kita sendiri. Oleh karena itu untuk mematahkan tuduhan iblis kita harus segera mengakui dosa kita. Jangan ada lagi yang disimpan, karena begitu kita mengakui dosa kita dan memohon pengampunan Tuhan, saat itu pula Allah mengampuni kita. Bukti dari hal itu sudah tertulis di dalam Alkitab. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9). Dosa semerah kirmizi akan putih kembali seperti salju, dosa semerah kain kesumba sekalipun bisa dipulihkan hingga seputih bulu domba seperti yang dituliskan di dalam Yesaya 1:18. Jadi caranya adalah mengakui dosa, tidak lagi menyimpan dosa apapun dalam diri kita karena iblis tetap bisa memakai dosa sekecil apapun untuk menuduh kita.

Dosa yang tidak diakui selain bisa dipakai iblis untuk menuduh kita, itu juga akan merintangi dan merusak hubungan antara kita dengan Tuhan seperti bunyi ayat berikut: “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (59:1-2). Jadi apabila anda masih menyimpan dosa, anda bisa bayangkan kerugian yang bisa anda derita. Selain anda bisa terus menjadi korban permainan dusta iblis, anda juga akan terhalang dari kasih karunia Tuhan.

Pengampunan, pemulihan akan segera menjadi bagian anda tepat setelah anda mengakui segalanya dan bertobat. Tidak ada alasan untuk meragukan itu, karena itu berasal dari janji Tuhan sendiri. Karenanya imani dan percayalah akan hal itu. Jadi intinya, untuk mematahkan dakwaan iblis, kita harus mengakui dosa dan segera bertobat. Jika anda melakukan itu, iblis akan kehilangan senjatanya untuk mendakwa kita sehingga kita bisa mengalami pertumbuhan iman dan menerima segala kebaikan Tuhan tepat seperti yang Dia inginkan.
(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: