Menghadapi Ketidakpastian Esok Hari

Ayat bacaan: Mazmur 62:2
======================
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.”

menghadapi esok hari

Life is full of uncertainty. Hidup penuh dengan ketidakpastian. Semakin lama kita berjalan dalam kehidupan, semakin pula kita berhadapan dengan ketidakpastian. Anda sudah bekerja mati-matian, tetapi hasil yang diperoleh sangatlah tidak sebanding dengan hasil jerih payah anda. Sebuah proyek sudah 99% sukses, ternyata yang 1% lah yang terjadi. Semua sudah direncanakan sejak jauh hari, tetapi justru pada hari H terjadi sesuatu yang membuat semua rencana menjadi hancur berantakan. Dan ada banyak lagi contoh yang menggambarkan betapa sulitnya untuk menjalani kehidupan yang baik dan adil di dunia ini. Beberapa hari terakhir ini saya merasa sangat lelah, pekerjaan bagai air bah tidak ada habisnya. Deadline demi deadline terus membanjir. Bagi orang yang memiliki beberapa pekerjaan berbeda seperti saya tentu pernah merasa kelabakan seperti yang saya alami saat ini. Semua menuntut hasil terbaik, sementara waktu dan tenaga terbatas. Dan ada kalanya lewat segala usaha ini terasa seolah sia-sia. Gaji tertunda, ucapan maaf atau terima kasih pun tidak ada. Saya yakin teman-teman pun pernah mengalami hal ini. Saya bisa saja kesal, bersungut-sungut, atau kecewa dan meninggalkan semua pekerjaan ini. Tetapi itu tidak saya lakukan. Saya mau berbuat yang terbaik dalam setiap pekerjaan sebagai bentuk ucapan syukur saya atas berkat Tuhan atas beberapa pekerjaan yang Dia berikan kepada saya. Besar atau kecilnya pendapatan itu relatif. Sekecil-kecilnya pendapatan, itupun dari Tuhan yang harus kita syukuri. Dimana tanggungjawab kita terhadap sesuatu yang dipercayakan Tuhan jika kita terus menerus terlalu cepat merasa tidak puas atau malah menyerah? Saya percaya Tuhan bisa memakai kondisi apapun untuk menjadi ladang berkatNya. Yang saya tahu, saya harus mengerjakan yang terbaik bukan seperti untuk manusia, melainkan seperti untuk Tuhan. (Kolose 3:23).

Saat ini saya memutuskan untuk break sebentar dari pekerjaan dan beristirahat sejenak dengan menulis renungan ini. Saya merasa lelah, tetapi saya masih merasakan sukacita. Saya tidak tahu apa yang terjadi esok hari. Ketidakpastian akan selalu hadir kapan saja, tetapi saya tidak perlu khawatir akan hal itu. Saya bisa tetap tenang dan fokus untuk mengerjakan bagian saya dengan sebaik-baiknya. Mengapa bisa? Karena ayat bacaan hari ini menjadi pegangan saya yang sudah terbukti selalu sanggup menjauhkan saya dari kegelisahan akan hari esok atau masa depan. Sebuah ayat yang terbukti mampu menyingkirkan awan kelabu dari dalam pikiran kita yang selalu membuat kita sulit berpikir jernih apalagi tenang. Ayat itu berbunyi demikian: “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2).

Bagi saya ayat ini merupakan ayat yang sangat menguatkan dan mampu memberi ketenangan. Ketenangan sejati berasal dari Allah dan bukan dari kondisi kita di dunia. Bukan dari limpahan uang, status, tingkat pekerjaan dan sebagainya, tetapi hanyalah dari Tuhan saja. Artinya kondisi boleh tidak pasti atau tidak jelas, hidup mungkin sedang berada dalam titik rendah saat ini, namun kehadiran Tuhan bersama kita seharusnya mampu membuat kita tetap tenang. Keselamatan kita ada dalam tanganNya, tidak peduli apapun yang kita hadapi saat ini. Jika kita melanjutkan pada ayat berikutnya, peneguhan akan semakin kuat pula. “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.” (ay 3). Teruskan membaca pasal ini,  maka kita akan menemukan kembali ayat yang berbunyi mirip: “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” (ay 6).  Mau terguncang seperti apapun kita saat ini, kita punya gunung batu dan kota benteng yang kokoh. Berpeganglah disana maka kita tidak akan bisa digoyahkan. Kita bisa tetap tenang fokus untuk memberi atau melakukan yang terbaik jika kita mau menyadari bahwa Allah selalu berada dekat dengan kita.

Ada kalanya kita harus berhadapan dengan masalah. Berjalan bersama Tuhan bukan berarti bahwa kita akan selalu 100% hidup tanpa masalah. Namun lihatlah apa kata Tuhan: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34). Ayat ini hadir didahului oleh sebuah ayat yang juga sudah kita kenal baik “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (ay 33). Gabungkan kedua ayat ini, maka kita akan tahu bahwa meski di delam kesusahan yang bisa hadir esok hari, Tuhan akan tetap berada disana.  Hari esok akan punya kesusahannya sendiri. Kekhawatiran yang mengeruhkan pikiran kita hari ini akan hari esok tidak akan merubah apapun. Tidak ada hasil yang bisa diperoleh dengan kekhawatiran, malah kita akan menambah masalah baru. Mau khawatir seperti apapun, hari esok akan tetap hadir dengan kesusahannya sendiri. Tapi jika kita mengimani benar bahwa selalu ada Tuhan yang siap menambahkan semuanya dalam situasi demikian, mengapa kita harus khawatir?

Hari esok akan datang dengan kesusahannya sendiri. Akan tetapi sadarilah bahwa kesusahan bukan satu-satunya yang akan hadir esok hari. Sebab Firman Tuhan berkata, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23). Selain kesusahan, His compassion, mercy and loving-kindness yang selalu baru setiap pagi pun akan menghampiri kita. Semua itu akan lebih dari cukup untuk melewati hari-hari yang sulit.

Apakah ada di antara teman-teman yang sedang menghadapi kekhawatiran akan hari esok? Adakah di antara anda yang sedang merasa takut menghadapi ketidakpastian? Mendekatlah kepada Tuhan, dan perolehlah ketenangan serta kekuatan. Jangan biarkan keraguan memenuhi pikiran anda. “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (Mazmur 62:9). Masalah boleh saja hadir, bumi boleh gonjang ganjing, tetapi kita tidak perlu khawatir karena kita punya Tuhan yang sangat peduli. Berada di dekatNya akan mampu membuat kiat tenang. KekokohanNya akan mampu membuat kita tidak mudah goyah. Dunia boleh saja terus menawarkan ketidakpastian, namun ada kepastian dalam janji Tuhan. Semua inilah yang saya rasakan saat ini disaat lelah, dan mendasari pikiran dengan janji tuhan seperti ini ternyata mampu membuat pikiran dan hati saya tetap tenang. Sebentar lagi saya masih harus melanjutkan pekerjaan, lalu tidur. Hari esok akan datang membawa kesusahannya sendiri, tetapi di samping itu rahmat Tuhan pun akan hadir pula, sebuah rahmat yang selalu baru setiap pagi, always fresh every morning. Meski lelah saya tetap tenang dan merasa bahagia. Saya tidak perlu takut menghadapi hari esok karena saya tahu Tuhan ada bersama saya. Jika Tuhan sudah memberikan janji-janjiNya seperti ini, mengapa kita harus takut? Let’s greet the new dawn, and let’s enter it together with God.

Bukan hanya kesusahan yang hadir esok hari, tetapi rahmat Tuhan pun akan hadir dalam kondisi serba baru

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply