Menggapai Kebahagiaan Sejati

Rabu, 10 September 2014. Pekan XXIII 1Korintus 7:25-31; Mazmur 45:11-12.14-17; Lukas 6:20-26 HARi ini Yesus mengajarkan kepada kita tentang Sabda Bahagia, jalan menuju sukacita. Itu terjadi dengan mengangkat setiap kesulitan dan persoalan yang membebani kita bahkan membuat kita berduka dan putus asa. Kita mengenalnya sebagai Sabda Bahagia kotbah di bukit. Yesus menyampaikan jalan kebahagiaan yang […]

Rabu, 10 September 2014. Pekan XXIII
1Korintus 7:25-31; Mazmur 45:11-12.14-17; Lukas 6:20-26

HARi ini Yesus mengajarkan kepada kita tentang Sabda Bahagia, jalan menuju sukacita. Itu terjadi dengan mengangkat setiap kesulitan dan persoalan yang membebani kita bahkan membuat kita berduka dan putus asa. Kita mengenalnya sebagai Sabda Bahagia kotbah di bukit. Yesus menyampaikan jalan kebahagiaan yang bisa kita peroleh.

Sabda bahagia berarti sabda penuh berkat dan sukacita. Itulah sebabnya kita menyebutnya jalan kebahagiaan Yesus. Kita hanya dapat menemukan kebahagiaan dengan mengubah diri kita dari dalam dan pertobatan hati dan budi.

Sabda bahagia hanya dapat digenapi oleh Allah sendiri bagi kita yang percaya. Sabda bahagia adalah karya Roh Kudus. Meski penuh dengan hal-hal yang tampaknya kontradiktif, Sabda Bahagia menjadi karya Allah dan buah-buah Roh Kudus. Maka, tidak mustahillah bahagia dalam kemiskinan, kelaparan, penderitaan dan penganiayaan. Sukacita dan kebahagiaan surgawi seperti itu hanya bisa dialami bila kita mengosongkan diri dari semua hal yang menjauhkan Tuhan dari hati kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mencari Allah semata sebagai harta kekayaan terindah kita. Kita mencari kekuatan dalam sabda Allah dan Roh Kudus. Kita juga dibimbing menuju kebebasan penuh sukacita dari beban kegelisahan dan penindasan. Kita menyadari bahwa kita tidak dapat hidup tanpa kebahagiaan yang dinyatakan Tuhan kepada orang-oraang yang rendah hati, sumber melimpah kebahagiaan sejati.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang menjanjikan kepada kita bahwa sukacita surgawi kita alami lebih dari sekadar kompensasi yang diberikan dunia ini. Mari kita mencari kebahagiaan sejati dengan selalu lapar dan haus akan Allah.

Tuhan Yesus Kristus, tingkatkan lapar dan haus kami akan Dikau. Tunjukkanlah kepada kami jalan menuju kebahagiaan sejati, sukacita dan damai abadi. Semoga kami selalu merindukan Dikau melebihi segala sesuatu yang lain, dan menemukan sukacita sempurna dengan melakukan kehendak-Mu dalam melayani sesama, selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem
»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply