Menggadaikan Hak Kesulungan (2)

(sambungan)Sebagai anak-anak Tuhan adalah penting bagi kita untuk menjaga diri kita agar tidak bertindak seperti Esau, meremehkan kasih karunia Tuhan dan sanggup menukarkannya dengan kenikmatan yang ditawarkan dunia dalam berbagai bentuk. Di kemudian h…

(sambungan)

Sebagai anak-anak Tuhan adalah penting bagi kita untuk menjaga diri kita agar tidak bertindak seperti Esau, meremehkan kasih karunia Tuhan dan sanggup menukarkannya dengan kenikmatan yang ditawarkan dunia dalam berbagai bentuk. Di kemudian hari Penulis Ibrani kembali mengangkat kisah ini. “Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.” (Ibrani 12:16).

Bagi orang yang rela menjual hak kesulungannya, inilah yang terjadi: “Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.” (ay 17). Saya sudah menyaksikan sendiri banyak contoh nyata akan hal ini bahkan dari orang-orang yang saya kenal. Karena itu waspadalah terhadap segala godaan duniawi yang bisa membuat kita melakukan kesalahan fatal menggadaikan hak kesulungan kita. Bagi orang yang menjual hak kesulungannya, tidak peduli sebanyak apapun mereka berseru-seru kepada Tuhan, beginilah akhirnya: “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Jangan sampai kita memutuskan untuk melakukan tindakan bodoh yang akan mengakibatkan kita ditolak dan dihapus dari daftar ahli waris Kerajaan Allah.

Kita diingatkan agar jangan sampai terlambat untuk memperbaiki kesalahan kita, dan akibatnya sangatlah fatal. Sesal kemudian tidak lagi berguna, tidak peduli sederas apa urai air mata penyesalan kita nanti sekalipun. Ketika kita saat ini masih punya kesempatan, jagalah iman kita dan pertahankan hak kesulungan yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita dengan serius. Bersyukurlah ketika saat ini kita diberi hak yang sungguh istimewa dan terhormat, jangan gadaikan hak kesulungan demi alasan-alasan kenikmatan dan kepentingan duniawi yang sesaat. Hak kesulungan sudah kita peroleh sebagai anak-anak Allah. Dia sudah mengangkat kita sebagai ahli waris yang akan menerima segala janji-janji Allah. Jangan sepelekan apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Dan jangan salahkan Tuhan apabila pada akhirnya pintu itu tertutup, sebab itu adalah pilihan ceroboh kita sendiri. Jika di antara teman-teman ada yang sedang menghadapi dilema seperti ini atau mungkin malah sudah terlanjur melakukannya, berbaliklah segera, sebelum semuanya terlambat. “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2:5).

Benar bahwa semangkuk kacang merah punya nutrisi dan khasiat tinggi bagi kesehatan. Tetapi bukankah anda bisa memperoleh nutrisi yang sama dengan mengkonsumsi makanan lainnya? Iman kita pun seperti itu. Akan ada banyak orang yang meminta hak kesulungan kita untuk kita lepaskan dan seringkali iming-imingnya terlihat sangat menarik. Tapi yang pasti, semenarik atau seberharga apapun, itu tidak akan pernah sebanding dengan hak kesulungan yang sudah kita terima langsung dari Tuhan. Hak kesulungan bukanlah sesuatu yang sepele dan main-main, karenanya peganglah dengan baik dan jangan gadaikan tak peduli apapun alasannya.

Jangan gadaikan kehormatan atas hak kesulungan yang telah dianugerahkan Tuhan dengan tujuan-tujuan sesaat

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply