Mengetahui Tujuan Hidup

Ayat bacaan: Filipi 3:13-14
====================
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”


Dalam salah satu acara Oprah Winfrey Show beberapa minggu lalu, Oprah mengangkat kisah seorang ibu yang tidak bisa mengendalikan hobi shoppingnya. Dia membeli dan membeli, hanya berdasarkan apa yang didiscount di supermarket, dan hanya dalam beberapa tahun, rumahnya jadi timbunan barang, dan dalam tayangan terlihat bagaimana sebuah keluarga “tenggelam” dalam ribuan bahkan jutaan barang puluhan ton, didalam rumahnya sendiri. Berkaca dari acara itu, saya pun serasa diingatkan. Salah satu kebiasaan buruk saya adalah belanja tanpa mencatat hal2 yang dibutuhkan. Tujuan hanya ingin membeli ayam, akhirnya dua plastik besar yang dibawa pulang. Belanja bukan didasarkan pada kebutuhan, melainkan pada barang2 yang sedang didiscount, atau dengan alasan, “mumpung lagi ada”, “mumpung belum naik harga”, “kelihatannya enak/menarik”, dan sebagainya. Akibatnya? Saya sering menemukan barang yang akhirnya kadaluarsa. Pembelian menjadi sia2. Inilah akibatnya jika orang belanja tanpa perencanaan yang benar.

Demikian pula hidup tanpa perencanaan dan tanpa tujuan. Hidup kita bukanlah sebuah kebetulan. Kita diciptakan dengan tujuan-tujuan tertentu. Untuk itu kita dilengkapi Tuhan dengan talenta-talenta tertentu pula. Bukanlah sebuah kebetulan kita dilahirkan di keluarga kita sekarang, sekolah, kuliah atau bekerja di tempat kita sekarang. Seperti kata Paulus, kita harus fokus menatap ke depan untuk menerima panggilan sorgawi dalam Yesus Kristus. Apapun yang kita lakukan haruslah berdasarkan pada hal yang berkenan dihadapan Tuhan, dan diarahkan pada sesuatu yang dapat menyatakan kemuliaan Tuhan, dimanapun kita ditempatkan. Kita harus terus menyempurnakan diri ke arah figur Yesus Kristus, terus berbuah dan pada akhirnya mendapatkan sebuah kehidupan kekal yang penuh dengan damai sejahtera.

Tujuan hidup yang didasarkan pada raihan penghargaan secara duniawi akan berujung pada kesia-siaan. Jika kita mendasarkan hidup hanya untuk mengejar kekayaan, hidup dapat berakhir menjadi sia2. Begitu juga dengan tujuan hidup yang mengejar popularitas, pangkat, jabatan, dan sebagainya. Berdoalah dan tetap dekat pada Tuhan untuk mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup anda, dimana anda dapat memuliakan Tuhan dan memberkati lewat semua anugrah yang ada pada diri anda. Tanpa itu semua, anda akan menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang pada akhirnya sia-sia.

Fokus pada tujuan hidup yang mempergunakan talenta-talenta untuk kemuliaan Tuhan akan membuat hidup punya makna

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment