Mengetahui Tugas dan Panggilan (1)

Ayat bacaan: Mazmur 37:23
======================
“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” 

Ada seorang pria yang saya kenal baik terus bermasalah dengan mendapatkan pekerjaan yang cocok. Hampir setiap kali saya bertemu dengannya, pekerjaannya sudah berubah lagi. Ia mengaku bingung mencari tahu pekerjaan apa yang seharusnya ia lakukan, karena terus berubah-ubah seperti itu sama sekali tidak menyenangkan bahkan menyulitkan baginya. Letak permasalahan pun menurutnya bukan soal besar kecilnya upah, karena ia siap bekerja apa saja dengan baik tanpa mementingkan faktor ini. Tapi selalu ada saja hambatan, mulai dari gagal, rugi, tidak sesuai kemampuan dan lain-lain. Ketika saya tanya lebih jauh, ia ternyata tidak tahu apa yang menjadi panggilannya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi keahliannya dan bidang apa yang seharusnya ia geluti. Ia hanya mencoba sana sini, ini itu, dan itu sudah ia lakukan selama setidaknya 20 tahun. “Kalau saja Tuhan mau memberitahukan apa yang harus saya perbuat, saya tidak harus terus menerus seperti ini.” katanya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di benak saya. Apakah benar Tuhan menyembunyikan dalam-dalam rencananya pada sebagian orang dan membuka lebar kepada sebagian kecil lainnya? Apakah begitu sulitnya mengetahui panggilan atas hidup kita sehingga kita harus dilanda kebingungan selama bertahun-tahun bahkan sampai akhir usia kita di dunia? Apakah benar Tuhan bertindak tidak adil, menyuruh kita untuk patuh dan mengikuti rencanaNya tapi keberatan untuk memberitahukan apa yang ada dalam rencana atau rancanganNya atas diri sebagian orang?

Tentu saja Tuhan tidak berpikir seperti itu. Kalau Tuhan ingin kita berjalan sesuai rencanaNya, Dia tentu ingin kita tahu apa yang ada dalam rencanaNYa. Tuhan bukanlah pribadi yang tertutup yang menyimpan rapat-rapat segala kebaikan buat kita. Sebaliknya, Tuhan adalah Bapa yang sangat mengasihi kita, anak-anakNya yang bahkan Dia buat seperti gambar dan rupaNya sendiri. Kalau keselamatan saja Dia anugerahkan, kenapa hal-hal lainnya tidak? Jika demikian kita perlu berpikir lagi. Sudahkah kita bertanya kepadaNya lewat doa-doa kita atau kita malah masih terlalu malas untuk membangun hubungan dengan Dia? Atau mungkin kita sudah berdoa, tapi seberapa  besar iman yang menyertai kita untuk bisa percaya dan mendengar? Mungkin kita masih terlalu sering digoda rasa cemas, takut, khawatir atau perasaan-perasaan lain yang menghambat kepekaan kita untuk mendengarNya. Atau mungkin juga kita masih terlalu sering melakukan hal yang buruk sehingga Tuhan tidak berkenan atas perilaku kehidupan kita.

Pertama, ada ayat yang secara eksplisit menyatakan demikian: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” (Mazmur 37:23). Secara tegas mengatakan bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang. Pertanyaannya, orang yang bagaimana? Dalam ayat ini dikatakan kepada orang yang hidupya berkenan kepadaNya. Jadi apakah kita sudah berkenan kepadaNya atau belum merupakan kunci penting untuk mengalami bimbingan Tuhan atas setiap langkah kita, dalam setiap sekuens kehidupan kita. Dia akan dengan senang hati turut serta membimbing langkah demi langkah. Bukankah luar biasa jika kita mengetahui bahwa bukan saja Tuhan sudah menyiapkan rencana penuh damai sejahtera menyongsong hari depan penuh harapan (Yeremia 29:11) tapi juga turut serta menuntun kita selangkah demi selangkah untuk menggenapinya? Itulah tepatnya yang siap dilakukan Tuhan kepada setiap orang yang punya kehidupan yang berkenan kepadaNya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply