(sambungan)

Dalam renungan kemarin kita sudah melihat bahwa segenap pengalaman hidup Daud membuatnya sampai pada sebuah kesimpulan di hari tuanya bahwa “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” (Mazmur 37:23). Ini adalah sebuah kesimpulan yang timbul ketika Daud merenungkan ulang perjalanannya sejak kecil sampai pada usia senjanya. Daud mengatakan itu bukan karena hidupnya mulus tanpa masalah. Kita tahu Daud mengalami begitu banyak situasi sulit yang pada saat-saat tertentu pasti membuatnya menderita. Sama seperti kita, Daud pun pernah mengalami masa-masa pergumulan. Tapi pada akhirnya ia bisa sampai pada suatu kesimpulan penting seperti itu, dan untunglah itu tercatat dalam Alkitab sehingga kita bisa belajar langsung dari Daud akan hal ini.

Kita harus tahu pula bahwa meski Tuhan sudah menjanjikan kita sebuah kehidupan yang penuh damai sejahtera menuju hari depan yang penuh harapan, itu bukan berarti bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan apapun dalam perjalanan kita. Seperti halnya Daud, ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindar untuk bertemu dengan masalah dalam langkah-langkah kita. Tetapi pasti akan sangat berbeda ketika kita menghadapinya dalam keadaan sendirian atau bersama Tuhan. Dan ini kabar baiknya. Tuhan tetap ada bersama kita dan siap memegang tangan kita dalam menghadapi masalah-masalah tersebut! Itu bisa kita baca dalam ayat berikutnya: “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (ay 24). Masalah boleh ada dan sewaktu-waktu akan tetap ada, tetapi kita tidak perlu kuatir apabila menghadapinya bersama-sama dengan Tuhan yang punya kuasa jauh di atas masalah seberat apapun. Ada saat dimana kita harus mengalami sesuatu yang sulit, dan itupun ada tujuannya. Lewat keadaan-keadaan sulit atau pergumulan kita bisa belajar untuk menjadi lebih dewasa, lebih kuat, lebih tegar. Itu bisa juga menjadi saat bagi kita untuk belajar mengandalkan Tuhan lebih dari apapun, dan itu pun menjadi kesempatan emas bagi kita untuk melihat langsung kuasa mukjizat Tuhan. Artinya bukan masalahnya yang harus kita kuatirkan, tetapi apakah kita berjalan bersama Tuhan atau sendirian, itulah yang harus menjadi perhatian kita.

Ayat selanjutnya menunjukkan kesaksian Daud sepanjang masa hidupnya tentang bagaimana Tuhan menggenapi janji penyertaanNya ini. “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;  tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.” (ay 25-26). Sejak masih muda hingga usia lanjut, Daud bersaksi bahwa ia tidak pernan melihat orang benar ditinggalkan Tuhan sendirian. Bahkan berkat dan penyertaan Tuhan itu tidak berhenti hanya pada orang itu saja, melainkan juga menyentuh keturunannya. Bukan saja orang benar yang berbahagia tetapi anak cucunya pun menjadi berkat.
Tuhan siap memberi hikmat yang memungkinkan kita untuk bisa melihat apa yang menjadi rencana atau rancanganNya bagi kita. Dia telah menyediakan bekal untuk itu lewat talenta-talenta yang telah diberikan sejak awal, dan Dia siap untuk menuntun kita dalam menjalaninya secara bertahap. Menjalani hidup yang berkenan di hadapanNya, itulah kunci yang akan membuat kita mendapatkan uluran tangan Allah sendiri untuk menuntun kita mencapai kemenangan demi kemenangan. Kesuksesan dan keberhasilan, itu merupakan janji yang telah disediakan Tuhan untuk kita. Jalannya memang tidak sama bagi setiap orang, tetapi semua yang sesuai dengan rencanaya adalah sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan menuju kepada hari depan yang cerah, seperti Firman Tuhan dalam kitab Yeremia: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Sudahkah kita bertanya kepada Tuhan lewat doa-doa dan waktu-waktu khusus persekutuan kita denganNya? Sudahkah kita meluangkan waktu untuk mendengar apa kata Tuhan dan tidak terlalu sibuk mengisi doa kita dengan keluh kesah tanpa henti secara sepihak saja? Firman Tuhan berkata: “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” (Yeremia 29:12-13). Tuhan bukanlah Sosok yang tertutup. Dia terbuka kepada kita dan akan selalu dengan senang hati untuk membuka rencanaNya atas kita masing-masing. Rencana Tuhan tentu merupakan yang terbaik bagi kita, karena di atas segalanya, Tuhanlah yang paling mengenal siapa diri kita lebih dari orang lain, bahkan lebih dari diri kita sendiri. Daud tahu itu, oleh sebab itu ia berkata: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” (Mazmur 37:5-6). Berjalan sesuai rencanaNya dan bersama dengan penyertaanNya secara langsung, itu akan membuat hidup kita menemukan maknanya dan akan mampu membuat kita merasakan betapa indah dan bahagianya hidup itu sebenarnya.

Tuhan bukanlah Pribadi yang suka menutup-nutupi, Dia akan dengan senang hati membuka segala rencanaNya kepada orang yang berkenan kepadaNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.