Mengetahui Rencana Tuhan (1)

Ayat bacaan: Mazmur 37:23
====================
“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya”

mengetahui rencana Tuhan

Gamangkah anda menatap masa depan? Bersyukurlah jika tidak, karena ada banyak orang yang takut menanti apa jadi apa kelak di masa depan. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk sukses. Sepertinya tidak ada bakat yang istimewa, kepandaian biasa-biasa saja, tidak punya kolusi di mana-mana, tidak punya modal, dan banyak lagi alasan yang bisa membuat orang ragu atau bahkan takut dalam menatap masa depannya. Apakah anda saat ini tengah merasakan hal itu? Ada beberapa orang yang saya kenal tengah mengalaminya. Salah satunya berkata “Seandainya saya tahu apa yang menjadi panggilan saya…” katanya sambil menghela nafas. Ada yang terus berpindah dari satu tempat kerja ke tempat lainnya, dan ditengah-tengahnya ia lebih banyak menganggur daripada bekerja. Alasannya? Karena ia terus merasa tidak cocok dimanapun ia bekerja. Semenakutkan itukah hari depan? Apakah benar kita tidak akan pernah mengetahui apa yang menjadi panggilan kita? Apakah benar Tuhan tidak memberi cukup talenta kepada sebagian orang, dan sialnya itu tepat mengena pada kita? Tidak. Tidak seperti itu. Tuhan sudah merencanakan segala yang terbaik bagi kita. Rancangannya berupa rancangan damai sejahtera menuju hari depan yang penuh harapan, seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:11. Dia sudah memberi talenta atau bakat-bakat khusus bagi setiap orang sebagai alat untuk mencapai keberhasilan itu. Tuhan sudah merencanakan yang terbaik, Tuhan sudah pula menyediakan sarana-sarana pendukungnya. Tetapi masih banyak orang yang tidak atau belum mengetahui apa yang menjadi panggilanNya sesuai dengan apa yang telah direncanakan Tuhan sejak semula atas diri mereka. Karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui apa yang menjadi rencanaNya bagi kita.

Apakah benar Tuhan menyembunyikan dalam-dalam rencanaNya atas kita sehingga sulit atau hampir-hampir tidak mungkin untuk kita ketahui? Banyak orang mengira demikian, tapi sesungguhnya itu keliru. Tuhan bukanlah Pribadi yang tertutup dan suka membuat kita hidup dalam kebimbangan atau bahkan ketakutan. Dia bukan Pribadi yang selalu terlalu sibuk untuk kita sehingga gemar membuat kita menunggu tanpa jawaban pasti. Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih yang sangat mencintai anak-anakNya. Apa yang Dia sediakan adalah segala sesuatu yang terbaik bagi kita, termasuk pula segala kebaikan dalam kelimpahan menuju masa depan yang penuh harapan. Masalahnya justru ada pada diri kita. Apakah kita sudah bertanya lewat doa-doa kita, atau kita malah masih malas untuk meluangkan waktu sedikitpun untuk bersekutu denganNya? Mungkin kita sudah berdoa, tapi apakah kita memberi waktu kepada Tuhan untuk berbicara dan kita mendengar, atau kita masih terlalu sibuk berbicara satu arah menyampaikan wishlist atau keluh kesah kita dan tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi Tuhan untuk menyampaikan sesuatu? Atau kita sudah teratur meluangkan waktu tetapi seberapa jauh kita percaya dan seberapa besar iman kita untuk bisa percaya? Atau mungkin juga kita masih terus melakukan banyak hal yang tidak berkenan di mata Tuhan sehingga kita berada di luar radar kasihNya. Semua ini bisa membuat kita tidak mengetahui apapun mengenai rencana Tuhan dalam hidup kita, sehingga masa depan pun terlihat gelap, suram dan penuh ketidakpastian.

Dalam Mazmur kita bisa membaca tulisan Daud ketika usianya sudah tua. Pada saat itu kematangan dan pengalaman jatuh bangunnya sejak kecil hingga masa tuanya tentu sudah membuatnya menjadi lebih bijaksana dengan segudang pengalaman yang akan sangat berharga untuk dibagikan kepada generasi-generasi setelahnya termasuk bagi kita semua yang hidup pada hari ini. Daud berkata: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” (Mazmur 37:23). Ini merupakan jawaban atas topik renungan kita hari ini. The steps of a [good] man are directed and established by the Lord when He delights in his way [and He busies Himself with his every step]. Seperti itulah janji Tuhan. Tetapi lihat ada hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu, yaitu memastikan apakah diri kita sudah berkenan kepadaNya atau belum. apakah kita sudah termasuk good man di mataNya, orang yang berkenan atau tidak. Itu menjadi kunci penting apabila kita ingin Tuhan membimbing kita langkah demi langkah untuk mengetahui dan menghidupi rencanaNya. Dia akan dengan senang hati membuka semuanya ketika kita berkenan bagiNya. Bukan hanya sekedar melakukan, tetapi bahkan dikatakan: “He busies Himself with his every step.” Bahasa Indonesianya: Tuhan akan dengan senang hati menyibukkan diriNya untuk membimbing orang-orang yang berkenan kepadaNya selangkah demi selangkah. Bayangkan betapa bahagianya ketika Tuhan tidak hanya memberitahukan rencanaNya bagi kita tetapi juga menuntun kita selangkah demi selangkah untuk menggenapinya. Seperti itulah janji Tuhan, itulah kerinduanNya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply