Mengerti Firman Tuhan

Ayat bacaan: Lukas 11:28
===================
Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

mengerti firman Tuhan

Hari ini salah satu dari dua anjing chihuahua kami berulang tahun. Tidak terasa, sudah 3 tahun ia menjadi bagian hidup kami. Jika bagi sebagian orang anjing hanya sekedar binatang peliharaan, atau dijadikan penjaga rumah, bagi kami dia sudah seperti anak sendiri. Kip adalah seekor anjing yang sangat pintar dan sangat patuh. Dia akan minta dibawa keluar kalau kebelet, dia akan minta kalau air minumnya habis, tidak pernah mengacak-acak atau mengotori rumah. Dia selalu manja dan tidak segan-segan mendatangi kami untuk dibelai atau minta digendong. Tidak hanya itu keistimewaan Kip. Dia juga anjing yang penyayang dan perhatian. Jika salah satu diantara kami sedang kesal, dia akan menghampiri, menempel atau naik ke pangkuan dan segera menghibur. Suatu kali ketika saya menegur anjing satunya karena pipis sembarangan, Kip lah yang datang meminta maaf. Dia mengulurkan tangannya, dan menarik tangan saya ke arah anjing yang sedang dimarahi. Apa yang dia lakukan terasa menegur saya karena kurang bisa mengontrol kemarahan pada saat itu. Kedekatan selama 3 tahun membuat kami dan Kip bisa saling memahami meskipun bahasa yang dipergunakan jelas-jelas berbeda.

Luar biasa melihat bagaimana anjing bisa mempunyai rasa kasih dan kepedulian tinggi. Tapi semua itu tidaklah didapat secara instan. Kip sejak kecil diajar untuk mengerti kata-kata sederhana yang kami pakai buat mengajarkannya. Dia dulu juga pernah salah, dan setiap kesalahannya kami tegur sampai dia bisa mengerti hal yang baik dan buruk untuk dilakukan. Dia bukan hanya diajarkan untuk mengerti lewat hukuman, tapi juga mengerti akan kelakuannya yang benar lewat pujian yang kami berikan padanya. Dalam selang waktu tertentu, Kip pun menjadi anjing yang patuh, baik dan setia. Ini paralel dengan kita, manusia yang terus dibentuk Tuhan agar menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Seharusnya kita akan lebih mudah untuk mengerti karena kita memiliki hati nurani dan roh, yang tidak dimiliki oleh hewan. Kristus berulang kali menekankan pentingnya untuk mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kita bukan hanya sekedar membaca, tapi juga diminta untuk mengerti dan melakukan. Tanpa itu semua, sia-sialah apa yang kita ketahui. Lihat bagaimana Yesus menegur beberapa orang Saduki karena mereka tahu isi, tapi tidak mengerti kitab suci. Hal demikian disebut Yesus dengan sesat. (Matius 22:29). Ayat hari ini pun menggambarkan dengan jelas, bahwa orang yang bahagia adalah siapa saja yang mendengarkan firman Tuhan dan memeliharanya (dalam bahasa inggris dikatakan “But He said, Blessed (happy and to be envied) rather are those who hear the Word of God and obey and practice it!”

Dalam kisah “perumpamaan tentang seorang penabur” pada Matius 13:1-23,Yesus menjelaskan bahwa apa yang ditaburkan di tanah yang baik adalah orang yang mendengar firman, lalu mengerti akan firman itu. Dan karenanya, orang yang berlaku demikian akan berbuah berlipat ganda. (Matius 13:23) Jika kita mau hidup bahagia dan hidup berbuah berlipat ganda, kita tidak cukup hanya membaca firman Tuhan, tapi juga harus mengerti, taat dan melaksanakannya. Ketika seekor anjing bisa belajar dari tuannya untuk kemudian patuh, taat dan setia, kita seharusnya bisa lebih baik lagi menerima pengajaran-pengajaran Tuhan, memahaminya dengan baik, serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita melakukan semua itu, nikmatilah hidup yang bahagia dan berbuah.

Tidak hanya membaca, tapi kita harus mengerti dan melakukan segala sesuatu sesuai firman Tuhan untuk hidup bahagia dan penuh buah

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply