Rabu, 30 Maret 2016
Dalam Oktaf Paskah
Kis. 3:1-10; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35.

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia…. Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.

APA yang salah dalam kehidupan dua murid yang pulang ke Emmaus dalam Injil hari ini? Mereka tidak memahami rencana Allah dalam cara dan dengan daya yang tidak mereka harapkan, dan yang tidak mereka terima. Mereka terlalu berpusat pada luka mereka hingga mereka tidak mengenali Siapa yang berjalan bersama mereka.

Syukur kepada Allah bahwa Yesus Kristus dengan lembut menyinari kesadaran mereka dan membimbing mereka pada kebenaran. Ia membuka mata dan hati mereka saat Ia duduk makan bersama mereka, dan Ia mengambil roti memberkati, dan memecah-memecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Itulah pengalaman Ekaristis.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita belajar untuk mendengarkan Dia yang mempersiapkan kita untuk mengenali-Nya saat Ia mengambil, memberkati, memecah-mecahkan dan memberikan Roti Ekaristi kepada kita. Di sana kita secara mendalam belajar untuk mengalami kehadiran-Nya lalu membagikan pengalaman kita itu dengan sesama.

Tuhan Yesus Kristus, berkenanlah berjalan bersama kami. Bukalah pribadi kami pada makna Kitab Suci dan Ekaristi. Buatlah hati kami berkobar berkat sabda-Mu dan Sakramen Mahakudus-Mu kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.