Mengenal Kristus

Ayat bacaan: Markus 8:29
======================
“Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

mengenal Kristus

Ada seorang mantan murid saya yang dulu sifatnya pendiam, bahkan terkadang tidak menjawab ketika saya tanya. Menatap balik pun tidak. Awalnya saya sempat mengira bahwa ia sombong. Tapi setelah mengenalnya lebih jauh, ternyata ia orangnya pemalu. Pada kesempatan lain, saya pernah mendapatkan seorang murid yang benar-benar pendiam, menjawab singkat dan cenderung bernada ketus, dan tapi itu semua bukan karena orangnya angkuh atau arogan, tapi ia ternyata autis. Sejauh mana kita bisa mendeskripsikan seseorang tergantung dari sejauh mana kita mengenal mereka. Jika kita mengenal seseorang hanya sepintas, hanya sedikit pula yang bisa kita gambarkan. Bahkan mungkin gambaran yang salah pun bisa muncul jika hanya mendengar apa kata orang saja. Tapi apabila kita mengenal seseorang sangat dekat, maka kita akan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas dan benar mengenai mereka. Kesan pertama kita ketika mengenal seseorang bisa jauh berbeda setelah kita mengenal mereka lebih jauh. Awalnya mungkin kita mengira si A itu sombong, ternyata setelah kenal, itu tidaklah benar sama sekali.

Pada suatu kali ketika Yesus berjalan bersama-sama dengan murid-muridNya melewati kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada murid-muridNya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” (Markus 8:27). Sesuai dengan apa yang didengar murid-murid Yesus dari komentar orang-orang disekitar mereka, mereka pun menjawab: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” (ay 28). Lalu selanjutnya Yesus bertanya: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” (ay 29). Lihatlah ada perbedaan antara orang yang mengenal sepintas, sambil lalu, atau hanya dari luar saja, dengan orang yang mengenal secara pribadi, lebih dekat dan lebih dalam. Melihat berbagai mukjizat, kuasa dan gambaran atau sosok yang dimiliki Yesus, orang yang hanya melihat dari kulit luar saja akan mengira bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis, mungkin Elia, atau mungkin juga satu dari nabi yang penuh urapan. Setidaknya ada pengakuan disini bahwa mereka telah menyaksikan perbuatan-perbuatan nyata dari Yesus, namun mereka tidaklah mengenalNya secara pribadi. Tapi para murid yang setiap hari berjalan bersama Yesus mengetahui betul siapa Yesus sebenarnya. Ini karena kedekatan mereka, mengalami berbagai pengalaman berharga sehari-hari setiap kali mereka berada di dekat Yesus.

Mungkin orang-orang dunia lainnya yang belum pernah melihat Yesus bisa bersikap antipati, penuh hujatan dan hinaan. Itu semua karena mereka belumlah mengenal siapa Yesus. Jika sudah sekedar mengenal, gambaran mungkin akan berubah sedikit lebih positif seperti halnya orang-orang dunia yang hidup di jaman Yesus. Mereka melihat sendiri berbagai kuasa Yesus yang luar biasa, tapi belum sampai kepada sebuah pengenalan yang benar mengenai siapa Yesus itu sesungguhnya. Hanya ketika kita benar-benar mengenal Kristus secara pribadilah kita bisa mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias. Mengenal, dan mengalami sendiri Yesus dan segala perbuatanNya yang luar biasa dalam hidup kita, itu yang bisa membedakan pandangan kita dari dunia.

Seekor domba akan sangat mengenal gembala mereka, terutama ketika gembala itu begitu peduli dan penuh kasih menjaga dan memelihara mereka. Domba adalah hewan yang lemah, hidupnya terus menerus terancam bahaya jika tidak ada yang melindungi. Maka ketergantungan domba terhadap gembala mereka pun tinggi agar bisa selamat. Yesus menggambarkannya dalam sebuah perumpamaan: “Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” (Yohanes 10:4-5). Sosok Gembala yang baik itu ada pada Yesus. Mengenal dan mengalami Yesus secara pribadi akan membuat kita dekat, saling mengenal satu sama lain dengan baik. “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.” (ay 14-15).

Ketika kita lahir baru, pengenalan kita akan Tuhan mungkin masih dangkal. Tapi dari hari ke hari seharusnya kita bisa mengenal pribadi Yesus terus lebih dalam lagi. Tidak hanya berhenti sampai mengenal saja, tapi juga mengalami banyak pengalaman luar biasa bersama Kristus yang bisa kita jadikan kesaksian hidup yang memberkati banyak orang. Jika semua ini kita alami, tidak akan ada lagi keraguan sedikitpun bahwa Yesus bukanlah sekedar satu dari para nabi, orang besar, sosok berpengaruh semata, tapi Dia adalah Mesias. Janganlah berhenti mengenal Kristus hanya sebatas doktrin saja. Tahu Yesus karena terlahir dari keluarga Kristen, hanya mengenal Kristus berdasarkan kata orang saja, tapi marilah alami sendiri berbagai kuasa Kristus yang begitu indah mengubahkan hidup kita dari waktu ke waktu. Apa yang telah dilakukan Yesus sudah berulang kali terbukti nyata. Tidak saja pada saat kedatanganNya ke dunia dahulu, tapi hingga hari ini kita melihat ada begitu banyak mukjizat yang terjadi dalam namaNya. Jangan berhenti hanya sebagai orang yang melihat, tapi alamilah sendiri. Itu akan meneguhkan iman kita untuk mengaku siapa Yesus sesungguhnya. Siapa yang akan masuk ke dalam Surga bukanlah orang-orang yang rajin berseru siang dan malam pada Tuhan. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21). Bagaimana kita bisa dengan taat melakukan kehendak Bapa di surga jika kita tidak mengenal Dia? Untuk itulah kita harus terlebih dahulu mengenal Bapa, dan pengenalan akan Bapa itu kita peroleh dari pengenalan kita akan Kristus. “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:7). Hanya dengan mengenal itulah kita akan mampu melakukan segala sesuatunya dengan baik, karena tentu kita tidak ingin Tuhan yang begitu mengasihi kita kecewa dengan apa yang kita perbuat. Jangan sampai pada saatnya nanti kita dianggap sebagai orang yang tidak saling mengenal dengan Tuhan dan beroleh kebinasaan kekal. Jangan sampai ayat ini berlaku pada kita “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Karena itu, milikilah Roh hikmat dan wahyu agar bisa mengenal Dia dengan benar. “..dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. (Efesus 1:17). Roh hikmat dan wahyu hadir lewat Kristus, dan itu akan membuat kita mengenalNya secara pribadi bahkan mengalami pengalaman demi pengalaman luar biasa dalam perjalanan hidup kita. Seperti Paulus yang berkata “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:10-11), hendaklah kita pun terus mengenal siapa Yesus lebih dalam lagi, bukan hanya karena apa kata orang, hanya doktrinal, tapi secara pribadi.

Kenallah secara pribadi dan berjalanlah senantiasa bersama Kristus

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply