Mengembangkan Kapasitas

Ayat bacaan: Yesaya 54:2-3a
=======================
“Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri..”

mengembangkan kapasitas, bertumbuh, terus belajar

Mengelola situs jazz saya tidaklah mudah. Meskipun saya sudah menikmati dan mengikuti perkembangan musik jazz sejak masih kecil, namun sebagai manusia saya bukanlah mahluk yang tahu segalanya. Ada 50 lebih sub genre dalam jazz, ada ribuan bahkan jutaan kisah dibalik jeni musik bernama jazz ini sejak kemunculannya di awal abad ke 20. Begitu banyak artis dari masa ke masa, begitu banyak sejarah mengenai lagu, pengarang dan yang membawakan, ada banyak momen-momen penting, begitu pula dengan korelasi antara satu dengan yang lain. Sebagai manusia biasa saya tidak mungkin mengetahui segalanya. Itu belum lagi mengenai teknik mengelola situs, menulis artikel, ulasan dan sebagainya, atau menguasai seluk beluk jurnalisme, karena saya bukanlah lulusan jurnalistik, bukan lulusan Fakultas Sastra, dan bukan pula lulusan sekolah musik. Tapi semua itu saya siasati dengan terus menerus belajar. Saya tidak akan pernah mau berhenti belajar selama masih hidup. Tentu di atas itu semua, saya terus meminta hikmat dari Tuhan agar apa yang saya kerjakan bisa saya lakukan dengan maksimal. Puji Tuhan, semua itu tidaklah sia-sia. Saya merasakan pengembangan kapasitas lewat talenta yang diberikan Tuhan, dan itu semua menunjukkan peningkatan terhadap situs yang saya kelola. Tanpa hikmat Tuhan tidaklah mungkin, tanpa kemauan untuk terus belajar, tentu tidak mungkin juga.

Talenta diberikan Tuhan kepada semua manusia ciptaanNya. Mengacu pada Matius 25:14-30 (Lukas 19:12-27) dan paralel dengan kenyataan, setiap orang diberi talenta yang berbeda-beda, baik jenis maupun jumlah, sesuai dengan kesanggupannya. Ada banyak orang berpuas diri dengan talenta yang dimilikinya sehingga tidak lagi merasa perlu untuk meningkatkannya, atau mempergunakannya demi kemuliaan Tuhan. Talenta-talenta itu hanya ditimbun dan dinikmati sendiri tanpa ada kemajuan. Ini tidaklah diinginkan Tuhan. Talenta yang diberikan Tuhan kepada kita bukanlah hasil akhir, melainkan modal awal bagi kita untuk maju dan berhasil dalam hidup ini. Karena itu kita harus terus meningkatkan kapasitas kita baik lewat terus menerus belajar, mengikuti perkembangan jaman dan tentunya terus berdoa, selalu rajin bersekutu dengan Tuhan, agar hikmat kebijaksanaan akan terus Tuhan limpahkan bagi kita.

Yesaya menyampaikan firman Tuhan yang bertujuan untuk mengingatkan kita agar selalu meningkatkan kapasitas kita. “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri..” (Yesaya 54:2-3a). Ini sebuah pesan penting bagi kita untuk tidak berhenti mengembangkan kemampuan kita berdasarkan talenta yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Amsal Salomo berkata “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10:4). Kemalasan hanyalah mengarahkan kita pada kemiskinan, tapi kerajinan akan membawa kita kepada kekayaan. Hal ini bukan hanya berbicara mengenai rajin bekerja, namun juga rajin untuk terus belajar, memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, mengikuti perkembangan jaman berikut kemajuan-kemajuannya, dan tentu saja terus rajin membaca firman Tuhan agar kita jangan sampai mengalami kemiskinan rohani dan mudah disusupi iblis untuk menjatuhkan kita.

Pendiri McDonald, Roy Kroc pernah berkata “Are you green and growing or ripe and rotting?” Jika hidup diibaratkan sebagai buah, selama kita masih hijau kita akan terus bertumbuh, namun begitu kita merasa sudah matang/masak, maka kita pun tinggal menunggu waktu untuk membusuk dan tidak lagi berarti. Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak pula yang kita tidak tahu. Ini prinsip saya yang membuat saya akan terus belajar mengenai banyak hal selama masih hidup. Seiring perjalanan waktu, segalanya berubah. Kemajuan teknologi, kemunculan inovasi-inovasi baru, perkembangan baru dan sebagainya akan terus berlangsung. Apa yang kita ketahui barulah secuil dari kebesaran Tuhan menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Tuhan tidak pernah menempatkan kita dalam wadah yang terlalu sempit bagi kita untuk bertumbuh. Masih begitu banyak peluang tersedia di depan kita, dimana kita bisa terus mengembang ke kiri atau ke kanan. Mari kita tidak berpuas diri. Teruslah meningkatkan kapasitas diri agar talenta-talenta yang berasal dari Tuhan tidak terbuang sia-sia.

Tuhan telah memberi talenta, sekarang tugas kita untuk mengembangkannya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply