Ayat bacaan: Mazmur 91:1-2
===========================
“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Rasa takut bukan lagi hal baru dalam hidup manusia. Mulai dari rasa takut yang sebenarnya tidak perlu seperti takut hantu, berbagai macam phobia seperti takut ketinggian, takut serangga, laba-laba dan lainnya, juga rasa takut akan ancaman keamanan dari orang jahat, ormas-ormas fanatik dan sebagainya. Kita bisa merasa takut akan keadaan cuaca yang buruk, bencana alam, bahkan kita pun takut akan jaminan masa depan. Ada banyak iklan di televisi yang menyerang rasa takut kita akan masa depan dengan menawarkan berbagai produk yang katanya mampu memberikan itu. Tapi tetap saja orang merasa takut, bahkan ketika punya harta yang banyak sekalipun, rasa takut tidak juga pudar karena muncul lagi rasa takut lainnya yaitu takut kehilangan harta, takut pencuri dan takut-takut lainnya. Banyak orang yang memelihara atau bahkan memupuk rasa takutnya sendiri, baik sadar atau tidak. They forget the fact that the more we drive into fear, the more we keep it, the more it controls us. 

Ayat bacaan hari ini sangat baik untuk mengatasi rasa takut. Ayat ini memberitahukan bahwa ada tempat perlindungan yang sangat bisa diandalkan, kubu pertahanan yang sangat layak untuk dipercaya, tidak lain adalah Tuhan sendiri. Ayatnya berbunyi demikian: “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:1-2). Kita mungkin tahu bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan, tempat kita bergantung dalam menghadapi apapun. Masalahnya, ketika rasa takut melanda, kita seringkali lupa akan hal ini. Sudah terlalu sering kita hanya mengandalkan kekuatan manusia, padahal manusia itu kemampuannya terbatas. Tidak heran jika pada suatu ketika kita akan menyadari bahwa kekuatan atau kemampuan manusia ini tidak lagi mampu memberi solusi terhadap permasalahan-permasalahan kita. Jika demikian, mengapa tidak beralih untuk kembali mempercayakan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita? Bukankah tidak satupun orang yang bisa membantah bahwa kuasa Tuhan ada di atas segalanya dan tidak terbatas?

Mazmur pasal 91 selalu bisa menenangkan kala kita mengalami rasa takut. Disana kita bisa melihat betapa hebatnya perlindungan yang sanggup Tuhan berikan. Dia sanggup melepaskan kita dari bahaya tersembunyi dan penyakit yang membawa maut (ay 3), melindungi kita dibawah sayapNya dengan kesetiaanNya yang kokoh seperti perisai dan pagar tembok (ay 4). Kita tidak perlu takut akan bahaya sepanjang hari (ay 5), bencana yang datang di saat gelap, atau kehancuran yang menimpa di tengah hari (ay 6). Malapetaka tidak akan bisa menimpa, tulah atau kutuk tidak akan bisa mendekat (ay 10), bahkan Tuhan menjanjikan malaikat-malaikatNya untuk menjaga kita di setiap langkah. (ay 11). Kita akan mampu melangkahi ular berbisa dan singa, ancaman-ancaman mematikan lainnya. (ay 13). Ini serangkaian janji Tuhan yang besar yang diberikan kepada kita agar mampu hidup tanpa rasa takut lagi, bebas dari ketakutan di dalam dunia yang jahat ini.

Tapi ingat bahwa janji itu berlaku dengan syarat, yaitu hanya berlaku bagi orang yang mengenal Tuhan. “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” (ay 14). Dalam versi Bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan demikian: “Kata TUHAN, “Orang yang mencintai Aku akan Kuselamatkan, yang mengakui Aku akan Kulindungi.” Janji-janji perlindungan ini akan hadir kepada siapa saja yang tetap memilih untuk mengakuiNya, mengandalkanNya, orang yang tinggal di dalam Tuhan. Tinggal menetap, berjalan dan bermalam dalam naungan Tuhan, terus hidup dalam persekutuan yang erat dan berkelanjutan dengan Tuhan, mendengar suaraNya dan melakukan perintahNya. Orang yang mengenal Tuhan adalah “orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa” seperti yang disebutkan di awal Mazmur 91 tadi. Orang seperti inilah yang akan mampu mengenal Tuhan, dan dengan sendirinya mendapat janji perlindungan Tuhan yang akan mampu membebaskan jiwa kita dari rasa ketakutan dan menggantikannya dengan damai sukacita.

Luangkan waktu lebih banyak untuk berdoa dan terus membaca, mendengar, merenungkan, memperkatakan dan melakukan firman Tuhan. Yesus berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41). Doa akan mampu menguatkan iman kita dan meluputkan kita dari berbagai jebakan. Selanjutnya kita pun perlu terus bertumbuh dalam firman. Kita bisa melihat awal tulisan Yohanes. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1). Tumbuh di dalam Firman berarti tumbuh di dalam Allah. Berpegang pada Firman akan memampukan kita untuk bisa berjalan bebas dari rasa takut meski bahaya mengancam dimana-mana. Tetaplah berjalan bersama Tuhan, kenali PribadiNya dengan sungguh-sungguh, hingga iman kita akan terisi penuh dengan kepercayaan akan Tuhan yang sanggup melakukan perkara apapun, bahkan yang menurut logika paling mustahil sekalipun. Jika anda berpegang pada Tuhan, duduk dalam lindunganNya dan bermalam dalam naunganNya, anda maka anda akan melihat, tidak peduli betapapun bahayanya dunia ini, betapapun banyaknya ancaman di sekeliling anda, anda tidak perlu khawatir karena Tuhan lebih dari sanggup menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan kita.

Orang yang duduk dalam tahta Tuhan dan bermalam dalam naunganNya akan mendapat perlindungan dari Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.