Friday, 31 October 2014

Mengasihi

Ayat bacaan: 1 Yohanes 4:11
========================
“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.”

mengasihi, valentineSeberapa jauh kita peduli terhadap penderitaan orang lain? Boleh jadi kita memimpikan sebuah keadaan yang aman, tentram dan damai. Tidak ada peperangan, tidak ada kebencian, tidak ada kejahatan, tapi kita lupa untuk melihat ke sebelah. Pikiran kita pergi terlalu jauh padahal yang dekat kita lupakan. Mungkin tetangga di sebelah sedang butuh bantuan, mungkin teman kita ada yang butuh didengar, kita tidak menghiraukan mereka padahal keberadaan mereka begitu dekat dengan kita. Pengemis dan gelandangan di jalan yang setiap hari kita lewati tidak pernah kita hiraukan. Jika tidak memulai dari yang kecil, bagaimana kita bisa memimpikan yang besar? Tidak selalu butuh sesuatu yang besar untuk melakukan perubahan, karena lewat hal-hal sederhana pun sebenarnya kita bisa membuat sesuatu untuk itu. Kuncinya adalah kasih.

Bayangkan betapa gersangnya hidup tanpa cinta. Cinta atau kasih seringkali mampu membuat perubahan. Rasa cinta bisa membuat kita bertahan, membuat kita tetap tegar ditengah kesesakan, membuat kita lebih kuat menghadapi apapun. Seperti yang saya katakan kemarin, kita harus menyadari bahwa cinta atau kasih itu adalah sebuah anugerah yang sangat indah yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kita ingin Tuhan selalu mengasihi kita, tapi kita sendiri merasa terlalu sibuk untuk mengasihi Tuhan. Dan kita lupa untuk menjadi saluran berkat mengasihi sesama kita.

Valentine Day is the day of love. Jika kemarin saya mengajak anda semua untuk memberikan sebuah perhatian khusus di hari kasih sayang kepada pasangan anda atau orang-orang terdekat yang anda sayangi, hari ini saya mengajak anda untuk melihat dari sudut yang lebih luas. Kasih yang dikaruniakan Tuhan kepada kita sesungguhnya begitu besar dan tidak terbatas. Betapa egoisnya kita jika semua itu hanya kita telan sendiri tanpa dibagikan kepada saudara-saudara kita yang lain. Kita seringkali terlalu sibuk menikmati berkat dan tidak mau membagikannya kepada orang lain. Kekristenan tidak mengajarkan hal seperti itu. Kita diberkati untuk memberkati, kita dikasihi untuk mengasihi, dan kita diselamatkan untuk menyelamatkan. Selalu ada keterkaitan yang erat antara hubungan vertikal antara kita dengan Tuhan dan hubungan horizontal antara kita dengan sesama. Bersyukurlah jika hari ini kita diberikan kebahagiaan setidaknya lewat kasih dan perhatian orang-orang yang dekat dengan kita. Tapi di luar sana, ada banyak orang yang begitu merindukan kasih dan perhatian. Hidup sebatang kara, tidak ada yang peduli atau bahkan tertolak. Tidakkah indah jika kita mau membagikan kasih itu kepada mereka, agar mereka pun bisa merasakan hangatnya dicintai?

Tuhan terus mencurahkan kasihNya kepada kita. Itu tidak akan pernah ada habisnya. Karena itu kita tidak perlu takut kehabisan dan hanya mau menyimpannya sendiri. Jika kita menyadari bahwa Allah mengasihi kita, maka tidak bisa tidak kita harus pula mengasihi orang lain. Seperti apa yang dikatakan Yohanes: “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.” (1 Yohanes 4:11). Dan hanya dengan saling mengasihilah Allah akan tetap berada di dalam kita, dengan kasihNya yang menjadi sempurna pula di dalam diri kita. (ay 12). Kasih merupakan inti dari kekristenan. Betapa ironisnya jika kita mengaku sebagai pengikut Kristus tapi tidak menunjukkan kasih Kristus itu kepada orang lain lewat diri kita.

Mengapa kita harus menyatakan kasih? Sebab kasih merupakan wujud dari Allah sendiri. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (ay 8). Yohanes pun mengingatkan “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (ay 16). Pergunakanlah hari ini untuk memberikan perhatian khusus, ucapan atau ungkapan kasih kepada orang-orang yang anda kasihi. Tidak saja pasangan anda, tapi juga kepada orang lain. Orang tua, saudara, kakek/nenek dan sebagainya. Jangan berhenti sampai disitu, tapi perluaslah saluran kasih anda untuk menyentuh orang lain. Dalam bentuk perhatian, bantuan, kepedulian atau sekedar senyum tulus, itu semua akan sangat berharga bagi mereka. Ada banyak orang yang haus akan kasih sayang, ada banyak orang yang tidak memperoleh kasih sayang dari orang tuanya, ada banyak keluarga berantakan, orang yang hidupnya susah dan sebagainya. Betapa baiknya jika hari kasih sayang tidak hanya dirayakan bersama orang-orang terdekat saja, tapi mampu pula menyentuh banyak orang secara luas. Seperti itulah Yesus mengharapkan kita. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)

 Jangan berhenti hanya pada kekasih atau pasangan hidup saja, hanya pada keluarga, tapi keluarlah untuk menyalurkan kasih dan terang Kristus kepada sesama kita. Alangkah indahnya jika momen ini bisa dipakai untuk menyatakan kasih dan kepedulian kepada sesama kita secara luas. Alangkah indahnya jika hari spesial ini bisa dijadikan sebuah momentum untuk membagikan kasih yang telah kita terima dari Tuhan sendiri kepada orang lain. Selain itu, adalah baik pula jika kita memanfaatkan hari kasih sayang ini untuk memperbaiki hubungan dengan seseorang yang mungkin sedang mengalami keretakan. It’s time to share the love, it’s the right moment to give love. Let’s celebrate the day of love by sharing God’s love to each other.

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (1 Yohanes 4:7)

Incoming search terms:

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Mengasihi"

Response on "Mengasihi"