Mengasihi Jangan Pura-Pura (2)

(sambungan)

Kasih yang didasari kepura-puraan seharusnya tidak boleh ada dalam kehidupan orang percaya. Kita diminta untuk melakukan kasih yang sejati seperti halnya Tuhan sendiri mengasihi kita. Untuk bisa terhindar dari kasih pura-pura ini, kita terlebih dahulu harus tahu dari mana sumbernya, dari mana itu sebenarnya berasal. Kepura-puraan atau kepalsuan merupakan salah satu ciri dari sifat iblis dan antek-anteknya seperti yang disebutkan dalam 2 Korintus 11:14 (“Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.“). Oleh sebab itu kita harus menjaga agar kepalsuan atau kepura-puraan menjadi bagian dari kasih yang kita berikan kepada sesama, apalagi kepada Tuhan.

Bentuk kepura-puraan atau kepalsuan biasanya menyelinap dalam hati dan pikiran kita. Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya, hati (perasaan) dan benak (pikiran) merupakan lahan terbuka yang berpotensi menjadi pintu masuk iblis untuk merusak kita. Kita bisa lihat dalam Perjanjian Lama, hal ini sudah diingatkan Tuhan melalui Yeremia. “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9). Hati kita sangat mudah diliputi kelicikan karena gampang tercemar oleh dosa. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk tetap memeriksa hati dan meminta Tuhan untuk menyelidiki isi hati kita hingga kepada bagian yang terdalam. Selain ayat selanjutnya dalam kitab Yeremia menyebutkan bahwa Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin (ay 10), Daud pun menunjukkan hal yang sama. ” Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23-24). Lihatlah bagaimana Daud merasa penting untuk memastikan bahwa hati dan pikirannya tidak tercemar oleh hal-hal yang bisa membuatnya terlempar keluar dari jalan yang kekal.

Pikiran dan perasaan kita haruslah kita tundukkan ke dalam Kristus, ini disebutkan dalam Filipi 2:5. Ini adalah cara agar pikiran dan perasaan kita terhindar dari berbagai kecemaran dan pengaruh iblis untuk menyuntikkan sifat-sifatnya ke dalam diri kita. Selain itu tidak kalah pentingnya bagi kita untuk menyucikan diri lewat ketaatan kepada kebenaran yaitu lewat pemahaman dan kesetiaan kepada ajaran-ajaran dan ketetapan-ketetapan Allah. Petrus mengatakan sebagai berikut: “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 22:23-24). Kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, kasih yang sejati dan bukan kasih yang pura-pura akan menjadi bagian hidup kita ketika kita menyucikan diri kepada ketaatan akan kebenaran. Kita harus ingat bahwa kita sudah dilahirkan kembali menjadi manusia baru bukan lewat benih fana tetapi benih kekal oleh Firman yang hidup. Bagi kita yang sudah mengalami hal ini, tidak ada satupun alasan lagi untuk merasa boleh melakukan kasih yang pura-pura.

Jangan cemari lagi diri kita yang sudah disucikan dengan berbagai bentuk kepalsuan, terlebih dalam kaitannya dengan pernyataan kasih. Sebuah kasih yang sungguh-sungguh, yang tulus dan ikhlas pada hakekatnya merupakan cerminan dari kasih Allah kepada kita, yang seharusnya bisa kita perlihatkan untuk menunjukkan bahwa kasih seperti ini sungguh ada dan nyata. Jangan beri ruang bagi iblis untuk kembali meracuni pikiran dan perasaan kita. Tundukkan selalu pada Kristus dan mintalah Roh Kudus untuk memampukan anda mencapai tingkatan atau standar kasih seperti yang diwajibkan Tuhan. If you’re a believer, don’t show fake love. Instead, show the kind of real love which reflects God’s love to others.

Kasih sejati nyata adanya, dan harus tercermin lewat pernyataan kasih kita terhadap sesama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.