Mengasihi dengan Sempurna


LEWAT bacaan pada hari ini, Yesus meminta kita untuk mengasihi sesama manusia, termasuk musuh kita, dan mendoakan mereka yang menganiaya kita. Suatu permintaan yang amat sulit dilakukan karena sebagai manusia kita memiliki kecenderungan untuk membalas dengan tindakan yang setimpal bahkan mungkin lebih jahat daripada yang telah diperbuat mereka.


Sadari bahwa Bapa Surgawi mengasihi setiap manusia dan menjamin penyelenggaraan hidupnya tanpa diskriminasi. Yesus sendiri juga telah memberi teladan kepada kita. Dari atas kayu salib, Ia mengampuni orang-orang yang menyalibkanNya.


Sebagai anak-anak Allah, hendaknya kita memiliki sifat-sifat Bapa. Kita harus berjuang tanpa kenal lelah untuk mengasihi sesama secara terus menerus, tanpa batas dan tanpa syarat sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Lepaskanlah kebencian dan dendam yang mendera dan menyiksa hidup kita. Belajarlah untuk mengampuni agar kita semakin bertumbuh di dalam kasih.


Jangan mengandalkan kemampuan diri sendiri, karena tidak mungkin kita dapat menjalankannya. Tapi bila kita bersumber kepada Allah, yang adalah kasih, niscaya kita dapat melaksanakan apa yang diperintahkanNya.


Mari mohon rahmat pertolonganNya agar kita dimampukan untuk mengasihi secara sempurna, membagikan kebaikan, kasih dan pengampunan kepada siapa saja, tanpa memilah-milah dan membedakan.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: