Mengarahkan Pandangan kepada Tuhan

Ayat bacaan: Mazmur 141:8
=====================
“Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!”

Tidak semua orang pintar berkata-kata, tidak semua orang mau menjaga perkataan, sikap maupun tindakan. Semua orang rasanya pernah mengalami saat-saat dimana perkataan atau perilaku seseorang bisa terasa menyinggung atau bahkan menyakitkan, baik disengaja maupun tidak. Hal ini bahkan mungkin saja timbul dari orang-orang terdekat kita. Ada kalanya kita tersinggung cukup parah sehingga meininggalkan bekas untuk jangka waktu yang cukup lama, bagai sebuah luka yang meski sudah sembuh namun bercaknya masih terlihat bertahun-tahun setelahnya. Ada yang memang jahat dan sengaja melukai perasaan kita, ada pula yang sebenarnya tidak bermaksud jahat namun kelepasan atau secara tidak sengaja menyakiti hati kita. Manusia adalah mahluk yang tidak terlepas dari kesalahan atau kekhilafan. Kita pun bisa saja secara tidak sengaja menyinggung seseorang bukan? Oleh karenanya jangan arahkan segalanya kepada apa yang dikatakan orang lain. Ingatlah bahwa di atas segalanya, kita harus memusatkan pandangannya kepada Tuhan yang menciptakan dan memelihara kita dengan penuh kasih.

Ada saat dimana kita mengalami saat-saat tidak enaknya menjadi korban akibat tindakan atau ucapan seseorang. Contoh kecil saja, dibanding-bandingkan dengan kakak atau adik ketika kecil misalnya. Ada banyak orang tua yang tanpa sadar membuat mental salah satu anaknya ambruk karena selalu dibandingkan dengan saudaranya yang dianggap lebih baik. Ini bisa berbekas hingga mereka dewasa, dan saya pun telah bertemu dengan banyak orang seperti itu. Kita tidak bisa menghindari orang untuk menyinggung perasaan kita atau membuat percaya diri kita ambruk. “Tusukan-tusukan kecil” itu lama-lama bisa menimbulkan masalah serius jika kita menelan hal-hal negatif dari orang lain dan tidak punya kontrol untuk mengatasi hal itu. Akumulasi dari berbagai hal kecil ini akan merampas kedamaian dan sukacita yang berasal dari Tuhan, atau kehilangan keyakinan diri dan lain sebagainya. Ada banyak orang yang kemudian mempercayai pandangan orang lain yang keliru tentang dirinya lalu mengalami kepahitan dalam hidup dan sulit untuk bangkit. Ada yang bahkan sampai menyesali hidup bahkan melakukan tindakan-tindakan fatal. Kita tidak bisa menghalangi orang lain untuk mengatakan hal-hal negatif, tetapi kita bisa memilih untuk tidak terpengaruh. Bagaimana agar tidak berpengaruh? Alkitab sudah memberi kuncinya sejak lama.

Kita bisa melihatnya lewat ucapan Daud sendiri.  “Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!” (Mazmur 141:8). Daud tahu bahwa situasi tidak akan pernah menjadi lebih baik jika ia terus mengarahkan pandangan matanya kepada masalah atau situasi. Kita memang tidak boleh anti kritik, tapi jangan sampai pula kita kemudian membiarkan diri kita untuk hancur karena terfokus hanya mendengarkan ucapan-ucapan yang menjatuhkan dari orang lain. Keadaan tidak akan menjadi lebih baik jika kita menelan semuanya itu bulat-bulat, justru sebaliknya kita sendirilah yang akan rugi. Mental jatuh, hilang rasa percaya diri, semangat lenyap, bahkan sukacita dan kedamaian dalam hidup kita pun terampas. Daripada membiarkan diri seperti itu, alangkah baiknya apabila pandangan mata kita ditujukan kepada Tuhan, Pencipta kita yang teramat sangat mengasihi kita. Kita istimewa bahkan mulia di matanya, siapapun kita saat ini. Dia tidak akan pernah merendahkan usaha dan kerja keras kita. Dia justru akan memberkati usaha setiap anak-anakNya yang telah berupaya dengan sungguh-sungguh memberi yang terbaik, Dia akan selalu siap melindungi kita yang berlindung kepadaNya. KepadaNya-lah mata kita seharusnya tertuju dan bukan kepada orang-orang yang menjatuhkan kita.

Bagaimana Tuhan memandang kita? Jelas dalam Alkitab dikatakan bahwa kita adalah  ciptaanNya yang sangat istimewa. Dia menciptakan kita segambar dengan rupaNya sendiri (Kejadian 1:26), kita terlukis dalam telapak tanganNya dan dalam ruang mataNya (Yesaya 49:16), dia mengetahui segala sesuatu akan kita, bahkan jumlah helai rambut kita pun Dia hitung (Matius 10:30). Tuhan tidak pernah menciptakan kita asal-asalan apalagi sia-sia. Lebih jauh lagi, Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia punya rencana yang indah bagi setiap kita. Apa yang Dia rencanakan kepada kita sejak semula adalaah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, seperti yang disebutkan dalam Yeremia 29:11, untuk memberikan kita hari depan yang penuh harapan. Sebuah ayat indah pada Mazmur mengatakan bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang dahsyat dan ajaib. “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” (Mazmur 139:13-14).

Jika kita menyadari bagaimana Tuhan memandang kita, seharusnya kepadaNyalah kita mengarahkan pandangan kita. Melakukan demikian maka kita tidak akan gampang jatuh dan kehilangan kepercayaan diri. Seperti ayat bacaan hari ini, selalulah berlindung kepada Allah. Selalulah tujukan mata kepada Allah. Bersama Allah tidak akan pernah mengecewakan, karena bagi Dia, kita selalu sangat berharga. Besar atau kecilnya yang kita lakukan, selama itu kita perbuat dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya, itu akan sangat besar nilainya di mata Tuhan. Kita tidak bisa melarang orang untuk mengeluarkan komentar-komentar negatif atas diri kita, namun kita bisa memilih kemana kita mau memandang. Ada Tuhan yang saat ini tengah memandang anda dan menghargai jerih payah anda. Maukah anda memandang kepadaNya?

Tujukan mata kepada Allah yang mengasihi dan menghargai setiap usaha sungguh-sungguh dari anda

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: