Mengalirkan Kasih Karunia lewat Perkataan

Ayat bacaan: Efesus 4:29================”Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”Suatu kali seorang pengerja di bidan…

Ayat bacaan: Efesus 4:29
================
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Suatu kali seorang pengerja di bidang musik bercerita bahwa ada satu temannya yang tampaknya sangat sulit menjaga perkataannya. Memang, di kota dimana saya tinggal ada beberapa kata sandang yang memang terdengar kasar seperti memaki, tapi sebenarnya dipakai sebagai bahasa gaul. Mungkin karena sangat gaul, temannya sulit menjaga perkataan bahkan saat di gereja. Idealnya, mau di gereja mau di luar, perkataan harus dijaga agar jangan terbiasa mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan dan kotor. Tapi alih-alih di dalam dan di luar, saat di lingkungan gereja saja ia sudah tidak mampu menjaga perkataannya. “Kalau sama kita-kita sih jadi becandaan, tapi bagaimana kalau dia keceplosan di depan pendeta atau orang yang lebih tua? Bisa repot kan?” kata teman saya sambil tertawa.

Ada banyak orang yang mengira bahwa soal omongan itu tidaklah penting-penting amat. Di sisi lain, ada yang kebingungan untuk memberkati, karena mereka mengira bahwa memberkati orang lain hanyalah lewat mengkotbahi, menumpang tangan di atas kepala orang secara formal sedang dia tidak merasa punya panggilan untuk melayani secara langsung di gereja. Itu adalah pandangan yang keliru, karena Alkitab mengatakan bahwa jangankan memberkati, lewat ucapan yang keluar dari mulut kita, kasih karunia Allah bahkan bisa mengalir kepada orang yang mendengar.

Ada sebuah pengalaman saya pribadi yang rasanya baik untuk dibagikan. Bukan tentang manusia melainkan tanaman. Suatu kali istri saya memindahkan tanaman dari satu pot ke pot lainnya. Tenyata tanaman itu menunjukkan gejala-gejala yang tidak sehat. Kata orang tanaman juga bisa stres, dan salah satunya adalah kalau dipindahkan. Saya tidak tahu benar atau tidak, tapi yang pasti tanaman itu memang terlihat tidak segar. Iseng-iseng saya mendekati tanaman itu dan berbicara pelan: “Kamu tidak boleh mati. Kamu itu dipindahkan supaya bisa tumbuh lebih baik dan lebih besar. Ayo, hidup dan tumbuhlah dengan baik, kamu pasti bisa.” Tidak tahu apakah perkataan itu memang didengar oleh tanaman atau tidak, tapi yang jelas mulai keesokan harinya tanaman itu mulai menunjukkan gejala sehat dan sampai saat ini tumbuh dengan sangat subur.

Entah kebetulan atau tidak, tetapi faktanya tanaman itu pulih segera setelah kata-kata positif saya berikan kepadanya. Jika kita mengacu kepada firman Tuhan, bisa jadi perkataan positif dan membangun memang mampu memberikan semangat kepada tanaman untuk mengalami pemulihan dan kembali tumbuh dengan sehat. Jadi kalau kepada tanaman saja bisa, mengapa tidak kepada sesama manusia? Mulut punya kuasa, perkataan yang keluar pun punya kuasa. Itulah sebabnya kita diingatkan untuk tidak mengeluarkan kata-kata kutuk dan selalu mengisi segala yang keluar dari mulut kita berupa kata-kata berkat, yang membangun, yang positif dan yang bisa memberi kebaikan bagi orang lain. Seperti apa yang dikatakan Yakobus: ” dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” (Yakobus 3:10).

Perhatikan apa yang dipesankan Paulus. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29). Perkataan baik sudah sepantasnya berada dalam mulut orang percaya, yang kalau diucapkan punya kuasa untuk memberkati orang lain dan mampu membuat yang menerima/mendengarnya beroleh kasih karunia. Jangan sampai kita mengaku anak Tuhan tetapi kita terus memakai mulut hanya untuk mengeluh, bersungut-sungut dan sebagainya. Atau yang lebih parah malah mengutuk ke kiri dan ke kanan, mengeluarkan kata-kata kotor, tidak sopan, tidak pantas dan lain-lain. Kita tidak boleh lupa bahwa firman Tuhan berkata “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani 4:13). Tentu saja ini termasuk kata-kata yang keluar dari mulut kita. Pemazmur berkata “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mazmur 34:14), bahkan dalam Amsal peringatannya lebih keras: “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21).

Kata-kata dari mulut kita sebenarnya bisa menjadi ujung pena Tuhan untuk memberkati orang lain. Orang bisa merasakan kasih karunia Tuhan lewat apa yang kita katakan. Sebaliknya orang bisa menjadi hancur berantakan lewat kata-kata negatif kita pula. Semua itu hendaknya kita ingat agar jangan sampai kita keliru mempergunakan mulut dalam berkata-kata. Apakah kita mengeluarkan kata berkat atau kutuk, semua tergantung dari diri kita. Kita harus benar-benar menjaga jangan sampai kata-kata kita menyakiti orang-orang yang kita sayangi lewat perkataan yang keluar dari mulut kita, termasuk yang mungkin tidak kita sengaja sekalipun. Bayangkan betapa indahnya jika kita bisa membuat hidup orang lebih baik, menghidupkan mereka, membekati mereka dan membuat mereka merasakan kasih karunia lewat diri kita, termasuk perkataan yang kita ucapkan kepada mereka. Jika tanaman saja bisa terpengaruh lewat perkataan baik yang keluar dari mulut kita, apalagi bagi manusia. Mari kita sama-sama menjaga lidah kita agar tidak mengeluarkan kata-kata yang negatif, kotor dan berisi kutukan. Selalu jaga dengan baik agar setiap perkataan berisi kata-kata membangun yang mampu memberkati orang lain dan membuat mereka merasakan kasih karunia Allah.

Keluarkan berkat dan bukan kutuk, pergunakan mulut untuk menjadi ujung pena Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply