Mengakhiri Pertandingan dengan Baik

0
81

Ayat bacaan: 2 Timotius 4:7
=====================
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Baru saja kemarin seorang teman dekat saya curhat menceritakan saat ayahnya meninggal. Sang ayah merupakan wiraswasta sukses yang pada saat-saat terakhirnya sempat mengutarakan kekecewaannya melihat keluarganya mulai terpecah-pecah. Teman saya yang merupakan anak perempuan satu-satunya ternyata ia anggap sebagai yang paling mengerti, sehingga ia pun menumpahkan isi hatinya yang sedih kepada teman saya ini. Tidak lama kemudian sang ayah meninggal dunia. Teman saya bercerita bahwa di saat ia duduk di pinggir peti memandang jasad ayahnya, ia kembali merenungkan kata-kata ayahnya. Disana ia menyadari bahwa meski sukses, semasa hidup sang ayah menghadapi begitu banyak problema berat dan pergumulan termasuk dari sisi keluarga. “papa sangat kuat… apa yang papa hadapi dalam hidupnya itu sangat berat, tapi sekarang papa sudah mengakhiri pertandingan dengan baik.” demikian katanya kepada saya. Kehidupan si papa ternyata menginspirasinya untuk bisa berbuat lebih baik dalam menjalani hidup. “Kalau papa bisa, aku juga harus bisa.” katanya.

Perjalanan hidup seringkali hadir sebagai sebuah petualangan. Rangkaian petualangan berbeda bagi masing-masing orang, begitu pula dengan hasil akhirnya. Kalau kita lihat tokoh-tokoh dalam Alkitab, kita pun akan menemukan kisah masing-masing dengan ending yang berbeda. Ada yang memulai dengan baik lalu mengalami ujian dan berakhir baik, ada yang mulanya buruk tetapi kemudian berakhir indah, sebaliknya ada juga yang memulai dengan baik tapi kemudian berakhir tragis. Apapun itu, yang jelas mereka semua sama seperti kita, mengalami banyak pergumulan dalam hidupnya. Keputusan yang mereka ambil akan sangat menentukan akhir cerita, dan seperti itupula yang berlaku bagi kita.

Paulus menggambarkan hidup sebagai sebuah pertandingan. Dalam menghadapi pertandingan, anda bisa serius berlatih atau malas-malasan, dan hasil akhir akan sangat ditentukan dari reaksi anda menyikapinya. Anda bisa saja kalah skor tetapi tetap mendapat nilai tinggi atau menang dari segi kegigihan. Dalam kehidupan kita menuju garis akhir yang baik seperti yang diinginkan Tuhan juga sama. Bagaimana keseriusan kita dalam mentaati Firman Tuhan, berjalan tetap dalam koridor ketetapanNya akan sangat menentukan bagaimana kita mencapai garis tersebut. anda dalam berjuang. ” Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1). Sangatlah penting buat kita untuk melepaskan segala beban yang bisa merintangi atau memberatkan langkah kita agar kita bisa tetap berlari dengan baik menuju garis finish sebagai pemenang. Lewat Paulus kita bisa lihat bahwa perlombaan ini merupakan perlombaan yang diwajibkan bagi setiap orang, termasuk saya dan anda. Untuk sesuatu yang wajib, kita haruslah bisa berlomba dengan tekun, melepaskan segala hal yang bisa memperlambat atau bahkan menggagalkan kita agar berhasil mencapai akhir perlombaan dengan baik.

Sebagai orang yang menyampaikan pentingnya memperhatikan betul cara berlomba untuk memenangkan pertandingan, Paulus mampu mencapai garis akhir tersebut dengan tetap menjaga imannya. Menghadapi eksekusi yang mengerikan, iman Paulus tidak bergeming sedikitpun. Ia tetap teguh menyampaikan berita keselamatan, menguatkan saudara-saudara seiman dari balik dinding penjara yang pengap dan gelap. Dalam suratnya kepada Timotius ia menuliskan bagaimana ia mengakhiri perlombaan yang diwajibkan dalam hidupnya. “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Timotius 4:7-8). Kita bisa melihat dengan jelas bahwa Paulus memutuskan untuk tetap menjaga imannya sampai akhir. Ia mengakhiri pertandingan dengan baik dan dengan sendirinya berhak menerima mahkota kebenaran. Itu adalah pilihan Paulus yang bisa kita jadikan teladan. Ia tidak tergoda atau terganggu sedikitpun dengan permasalahan besar yang menimpanya. Ia memilih untuk terus menjaga iman apapun resikonya, dan kita bisa saksikan sendiri bagaimana pada akhirnya ia menuntaskan perlombaan itu.

Seperti halnya pada Paulus, kita hari ini dihadapkan kepada perlombaan wajib yang sama. Pertandingannya sama, tetapi keputusan yang kita ambil bisa membawa kita kepada garis akhir yang berbeda. Intinya, itu tergantung dari kita. That’s a choice which depends on our decision. Kita harus tetap kuat dan terus tekun berlomba, jangan sampai menggadaikan iman dengan imbalan apapun, jangan melemah, jangan berkompromi dan sebagainya. Melihat situasi saat ini, itu tentu sulit. Tapi ingatlah bahwa tidak ada perlombaan yang mudah. Kalau Paulus sanggup, kenapa kita tidak?

Ingatlah bahwa segala permasalahan bukanlah akhir dari segala-galanya. Masalah boleh saja timbul dan bisa sewaktu-waktu hadir dalam hidup kita. Tapi apa yang penting adalah untuk terus bertekun dalam menghadapi pertandingan. Dalam kondisi seperti apapun, kita harus terus berupaya untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus, dan pada akhirnya kita akan dihadiahi mahkota kehidupan, diangkat untuk berada bersama-sama dengan Bapa di Surga, dan pada saat itulah semua akan berakhir dengan indah. Bukan bagaimana di dunia, tetapi bagaimana kita mencapai garis akhir.

How we reach the finish line depends on our decision today

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here