Menetapkan Prioritas

Ayat bacaan: Matius 6:33
====================
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

prioritas

Ada saat-saat dimana kita harus memilih dan memutuskan sesuatu, dan disaat yang sama harus mengorbankan sesuatu pula. Salah seorang murid saya kemarin menghubungi saya dan bertanya apakah mungkin ujiannya diundur. Ibunya sedang diopname di rumah sakit, ia sendiri kecapaian dan sakit karena kurang istirahat dan kehujanan. Di satu sisi, ia ingin mengikuti ujian agar bisa lulus, tapi di sisi lain kondisinya sedang tidak memungkinkan. Saya mengerti situasi yang sedang ia alami dan mengijinkannya untuk mengikuti ujian susulan. Tidak semua dosen atau kampus mengijinkannya, tapi saya berpikir bagaimana jika seandainya saya yang berada dalam situasi seperti itu. Ada kalanya kita mengalami kendala ketika sedang fokus terhadap sesuatu, dan di saat-saat seperti itu dibutuhkan kemampuan kita untuk menetapkan sebuah prioritas. Ada seorang musisi internasional yang pernah saya wawancarai bercerita bahwa rumah tangganya sedang goyah karena ia menghabiskan begitu banyak waktu untuk melakukan konser keliling Amerika. Ia berkata bahwa itu harus ia lakukan, karena itu profesinya, namun di sisi lain istrinya sudah tidak tahan lagi dengan suasana seperti itu. “You can’t eat the whole cakes in the same box at the same time” katanya. “There are times when you have to choose, so try to choose wisely.” Bagi saya itu sebuah pelajaran berharga, karena memang ada kalanya kita berhadapan dengan kondisi yang sama, dan harus menetapkan sebuah prioritas utama dengan mengorbankan hal-hal lainnya.

So many things to do, so little time. Tidakkah kita sering merasa demikian? Begitu sibuknya sehingga kita berharap bisa memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari. Kita harus bekerja, ada banyak jadwal rapat, di sisi lain kita harus memperhatikan keluarga, dan tentu saja meluangkan waktu bersama Tuhan. Dan situasi seperti ini akan membuat masing-masing orang menetapkan skala prioritasnya, yang biasanya berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang memprioritaskan pekerjaan dan mengorbankan hal lain, ada yang memprioritaskan hobi dan kesenangan, ada yang lebih memilih untuk tidur dan bermalas-malasan dan sebagainya. Ironisnya, bagi banyak orang semua itu mendapat prioritas lebih tinggi dibanding mencari Tuhan. Waktu untuk bersekutu dengan Tuhan atau beribadah dengan mudah dikorbankan demi bekerja, atau bahkan dengan alasan yang sangat sederhana seperti kondisi cuaca yang hujan, terlalu panas, kurang enak badan dan sebagainya. Padahal Tuhan Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya.

Tuhan Yesus menegaskan demikian: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Itulah prioritas terutama yang dikehendaki Tuhan. Mencari Kerajaan Allah beserta kebenarannya, itu harus menjadi hal yang paling atas dari daftar prioritas kita. Dan semuanya akan diberikan dengan sendirinya. Tapi seringkali orang membalik urutan prioritasnya dan meletakkan apa yang seharusnya berada pada posisi teratas untuk ditempatkan pada urutan kesekian. Kita mungkin beranggapan, bukankah kita memang harus terus bekerja mati-matian agar bisa hidup layak? Itu sesungguhnya benar, karena firman Tuhan pun berkata demikian. “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tesalonika 3:10). Tuhan memang tidak menghendaki kita untuk bermalas-malasan. Tetapi ada skala prioritas yang tentunya harus kita ikuti agar kita berjalan seturut kehendak Allah, dan Allah menginginkan kita untuk terlebih dahulu mencari KerajaanNya beserta kebenarannya.

Tuhan tahu betul kekuatiran kita dalam mengarungi hidup yang berat. Bacalah Matius 6:25-34, dimana ayat bacaan kita hari ini terdapat. Di sana Yesus memaparkan panjang lebar mengapa kita tidak seharusnya kuatir dalam hidup ini. Yesus mengawali seperti ini “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (ay 25) Ini adalah sebuah bentuk skala prioritas. Jika burung-burung diberi makan oleh Tuhan, jika bunga bisa tumbuh dengan sendirinya tanpa harus menenun atau bekerja sendiri, jika rumput di ladang pun didandani Tuhan dengan indah, mengapa kita harus takut Tuhan tidak memperhatikan diri kita? (ay 26-30). Oleh karena itulah Yesus mengingatkan “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (ay 31-32). Ya, Allah tahu bahwa kita memerlukan itu. Dia tahu pasti apa yang menjadi kebutuhan kita, dan Dia siap memberikan semuanya, bahkan lebih daripada itu. Tetapi kita harus terlebih dahulu memprioritaskan untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Itulah yang seharusnya ditempatkan pada posisi teratas dalam skala prioritas kita, lebih dari apapun.

Apa yang menempati posisi teratas dalam prioritas kita saat ini? Apakah Tuhan, atau hal-hal lain seperti harta, karir, hobi, kedudukan, kesenangan dan sebagainya? Apa yang paling menyita waktu, tenaga dan pikiran kita hari ini, itulah yang sebenarnya menempati prioritas utama kita. Sudahkah kita menempatkan Tuhan pada posisi selayaknya di urutan pertama, atau kita malah mengorbankan waktu untuk Tuhan demi segala pekerjaan dan lain-lain? Bagi Tuhan, keselamatan kita sudah menjadi hal yang paling utama, begitu penting sehingga Dia rela menganugerahkan Kristus demi kita semua. Mari kita mengatur ulang skala prioritas kita dan menempatkan Tuhan pada posisi yang benar. Jangan korbankan waktu-waktu untuk mendengar suara Tuhan, waktu-waktu persekutuan dan beribadah hanya karena kesibukan kita sehari-hari, karena sesungguhnya itulah hal yang terpenting yang harus kita prioritaskan. Pastikan bahwa mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya sudah menjadi fokus utama dalam hidup kita.

Tempatkanlah Kerajaan Allah dan kebenarannya pada posisi teratas dalam skala prioritas kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: