Menerima dan Mengimani Yesus

percaya imanSenin, 13 Oktober 2014 Gal. 4:22-24,26-27,31 – 5:1; Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7; Luk. 11:29-32. “…. orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!” YESUS  bersabda dalam banyak kesempatan dan cara untuk menyatakan bahwa Ia adalah tanda kasih Allah. Namun orang-orang Yahudi masih menuntut tanda untuk meyakinkan […]

percaya iman

Senin, 13 Oktober 2014

Gal. 4:22-24,26-27,31 – 5:1; Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7; Luk. 11:29-32.

“…. orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

YESUS  bersabda dalam banyak kesempatan dan cara untuk menyatakan bahwa Ia adalah tanda kasih Allah. Namun orang-orang Yahudi masih menuntut tanda untuk meyakinkan bahwa Yesus sungguh utusan Allah. Yesus menegaskan bahwa mereka tidak akan diberi tanda dari sorga selain dan melebihi diri Pribadi-Nya.

Para pemimpin Yahudi tidak menerima Yesus sebagai tanda yang benar yang hadir di depan mata mereka. Mereka tidak hanya menolak Yohanes Pembaptis tetapi juga Yesus. Mereka menolak Yesus sebagai Mesias, Yang Terurapi Allah.

Yesus Kristus datang ke dunia untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa. Hidup-Nya menyatakan bahwa Allah mencari kita bukan untuk menghukum kita tetapi untuk menunjukkan jalan keselamatan, rahmat dan pertolongan kepada kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus sebagai  tanda kasih Allah. Kita mencari-Nya dengan sikap tobat dan pertobatan dan dengan jujur mengakui dosa-dosa kita serta mohon ampun kepada-Nya. Di dalam Adorasi Tuhan Yesus akan mengubah kita jika kita mau mendengarkan sabda-Nya dan membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, perbaharuilah budi kami dan buatlah kami haus akan kebijaksanaan-Mu. Penuhilah kami dengan kebijaksanaan-Mu sehingga kami mengerti dan menempuh jalan-Mu. Berilah kami hati yang mengasihi yang baik dan hidup selaras dengan kehendak-Mu, kini dan selamanya. Amin.

On the way from Girli Kebon Dalem to Pastoran Sanjaya Muntilan.

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Sent from my heart of abudhenkpr
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply