Ayat bicaan: Efesus 5:12
====================
“Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.”

perbuatan kegelapan

Seorang aktris pernah bercerita mengenai pengalamannya memerankan tokoh orang gila. Ia menceritakan totalitasnya dalam mengambil peran sulit itu. Berbulan-bulan ia melakukan observasi di rumah sakit jiwa untuk mendapatkan gambaran yang tepat bagaimana reaksi dan perilaku orang-orang yang dirawat disana. Usahanya berhasil. Ia sukses memerankan tokoh itu. Satu hal yang saya ingat adalah apa yang ia katakan: “untuk berhasil memerankan orang gila, saya tidak harus gila dulu kan?” Dia benar. Tanpa harus menjadi gila benaran ia bisa sukses menjalankan perannya.

Ada orang yang berdalih bahwa melakukan perbuatan-perbuatan kegelapan itu ada baiknya, sehingga mereka bisa tahu apa yang salah secara langsung. Seorang teman yang suka minum minuman keras pernah berkata, “bagus kalau sekali-kali mabuk, jadi tahu bagaimana rasanya mabuk itu”. Sekali-sekali jahat itu tidak apa-apa, supaya lain kali tahu itu tidak baik. Melakukan perbuatan kegelapan itu ada baiknya karena dengan demikian kita bisa melihat potensi kita untuk jatuh dalam kejahatan. Atau saya pernah pula mendengar seseorang berdalih, untuk bisa menjangkau mereka yang sesat, kita harus pura-pura ikut menjadi sesat dulu. Hal ini tidak pernah dianjurkan dalam Alkitab. Salah-salah malah kita yang terjebak di dalamnya. Sebaliknya justru Alkitab menyatakan bahwa kita tidak boleh turut serta mengambil bagian dalam berbagai perbuatan yang bisa mendatangkan dosa. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” (Efesus 5:11). Tuhan tidak meminta kita untuk selalu menjauhi orang-orang yang berdosa, karena mungkin lewat kita mereka bisa bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Tuhan Yesus sendiri mengasihi orang-orang berdosa. Dia datang justru untuk menyelamatkan kita orang-orang yang berdosa ini. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17). Dalam Roma kita baca “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Ya, Allah selalu menunjukkan kasihNya yang begitu besar pada kita, terutama lewat kehadiran Kristus dan karya PenebusanNya. Bukan mengabaikan dan menjauhi mereka yang melakukan dosa, tapi kita diminta untuk tidak turut ambil bagian bersama mereka untuk melakukan perbuatan kegelapan. Ketika kita ada bersama mereka, adalah penting untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan itu, bukannya kita malah terjerumus untuk ikut jatuh melakukan perbuatan kegelapan bersama mereka. (Efesus 5:11). Jangankan ikut melakukannya, menyebutkan saja walaupun secara sembunyi-sembunyi itu sudah memalukan. “Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.” (ay 12).

Bagaimana kita bisa menelanjangi perbuatan-perbuatan itu? Caranya adalah dengan menjalani hidup sebagai anak-anak terang. (ay 8). Karena dalam terang akan ada buah kebaikan, keadilan dan kebenaran. (ay 9). Ini harus menjadi komitmen kita agar bisa hidup dalam kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kita harus menyinari kegelapan itu agar menjadi terang, bukan malah ikut-ikutan menjadi gelap, apapun alasannnya. Lewat perbuatan-perbuatan daging ada banyak kejatahan mengintip yang dapat menyeret kita jatuh ke dalam kegelapan. “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Galatia 5:19-21). Ini semua haruslah kita hindari dan sedapat mungkin mengingatkan mereka yang terjerumus ke dalamnya agar segera berbalik selagi kesempatan masih ada.

Belajar dari kesalahan di masa lalu itu baik. Dosa-dosa yang dulu pernah kita lakukan tidak perlu disesalkan, jadikanlah itu sebagai pembelajaran bagi kita agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Tapi kita tidak pernah diminta untuk melakukan dosa terlebih dahulu agar tahu bagaimana jahatnya hidup dalam dosa itu. Jika kita sudah berada di jalan yang baik, tetaplah berjalan pada jalur itu dan jangan lagi melenceng ke kiri dan ke kanan. Menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan bukan harus melalui kekerasan karena itupun bagian dari perbuatan kegelapan, tapi telanjangilah itu lewat cara hidup kita yang berbuah kebaikan, keadilan dan kebenaran sebagai anak-anak terang. Perbuatan-perbuatan kita yang hidup dalam terang Kristus akan membuka lebar segala perbuatan kegelapan, sehingga segala perbedaan antara kegelapan dan terang akan terlihat begitu kontras, terekspos secara nyata di depan mata. “Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.” (Efesus 5:13). Tidak perlu menjadi jahat untuk menelanjangi kejahatan, tidak perlu ikut-ikutan mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan yang tidak akan membuahkan apa-apa, tapi telanjangilah perbuatan-perbuatan itu dengan menjadi terang.

Expose the darkness by living in the Light

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.