Meneladani St. Yusuf


SANTO Yusuf merupakan seorang pribadi yang mempunyai karakter luar biasa. Ia sederhana, tidak banyak bicara, rendah hati, tulus, penyayang dan peduli. Ketika ia mengetahui Maria sedang mengandung, daripada mengajukan Maria untuk dihukum rajam dengan tuduhan perselingkuhan, ia lebih memilih untuk menceraikan Maria secara diam-diam.


Namun kemudian, ia percaya penuh kepada perkataan malaikat yang muncul dalam mimpinya, yang menyatakan bahwa anak yang dikandung Maria adalah Putra Allah. Meskipun Yesus bukan anak kandungnya, ia memelihara, melindungi dan memperhatikan keselamatanNya. Dengan tulus, ia menerima panggilan Tuhan untuk menjadi suami dan ayah yang setia, penuh kasih dan tanggung jawab terhadap keluarganya.


Perayaan pada hari ini, mengundang kita semua untuk meneladani sikap St. Yusuf. Mari mohon bimbingan Tuhan agar kita dimampukan untuk:

Tekun membina relasi yang akrab denganNya, masuk ke dalam keheningan guna mengenali dan mendengarkan suaraNyaTerbuka dan taat terhadap kehendakNya meskipun berlawanan dengan kepentingan pribadiMemiliki komitmen dalam menunaikan tugas perutusanNya lewat profesi kita masing-masingPantang menyerah dalam menghadapi berbagai ujian kehidupanSetia dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan kehidupan berumah tangga

Santo Yusuf, doakan kami agar menjadi hamba Tuhan yang setia, tekun, tulus hati dan selalu siap mengutamakan kehendakNya di sepanjang hidup kami.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply