Meneladani Karya Pelayanan Yesus


PERIKOP pada hari ini mengisahkan kedatangan ibunda dari Yakobus dan Yohanes yang bersujud di hadapan Yesus, memohon agar kelak putra-putranya dapat duduk di sebelah kanan dan kiriNya di dalam kerajaanNya. Menanggapi permohonan tesebut, Yesus menyatakan bahwa Bapa lah yang menentukan siapa saja yang layak untuk memperolehnya.


Melalui perikop ini, kita disadarkan bahwa

Kita tidak berhak meminta balas jasa kepada Tuhan atas pelayanan yang telah kita lakukan di dalam hidup kita. Kita hanyalah hambaNya yang dipilih dan dipakaiNya sebagai perpanjangan tangan kasihNya.Jalan yang dilalui Yesus bukanlah jalan yang lebar dan bebas hambatan, melainkan jalan yang sempit dan penuh rintangan. Sebagai muridNya, kita harus siap meminum ‘cawan penderitaan’, karena tiada kemuliaan tanpa salib

Janganlah terobsesi untuk menduduki tempat yang paling terkemuka dan teristimewa di dalam kerajaanNya. Teladani Yesus yang setia melayani kita bahkan rela menyerahkan nyawaNya demi keselamatan kita.


Marilah hidup di dalam kebenaran dan kasihNya, dedikasikan hidup kita untuk melayani Dia dan sesama dengan tulus dan rendah hati, serta tapaki jalan salibNya dengan setia. Semoga kelak Bapa mendapatkan kita layak untuk masuk dan tinggal di dalam rumahNya untuk selamanya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: