Meneladan Bunda Maria


PADA perayaan Maria Berdukacita, kita diajak untuk mengenang kembali kehidupan Bunda Maria. Bunda Maria percaya sepenuhnya terhadap kehendak dan rencana Allah meskipun jalan kehidupannya penuh dengan duka dan derita. Bunda juga selalu setia menemani Yesus, bahkan mengikuti perjalananNya sampai di kaki salib, sementara para murid melarikan diri. Bunda tetap berdiri tegak walaupun hatinya hancur, kehadirannya memberikan kekuatan bagi Yesus untuk menuntaskan tugas perutusanNya di dunia.


Hidup di dunia tidak pernah terlepas dari kesulitan dan penderitaan. Setiap orang pasti mengalaminya, begitu pula sebagai bunda dari Yesus, Maria tidak terbebas dari penderitaan. Penderitaan yang menderanya sungguh luar biasa, dimulai sejak dari Betlehem sampai ke Golgota. Sekalipun demikian, Bunda Maria menghadapinya dengan tabah, penuh iman dan tidak pernah kehilangan harapan.


Manusia memiliki kecenderungan untuk hidup nyaman dan menghindari kesulitan. Namun sebagai umat beriman hendaknya kita jangan pernah melarikan diri dari permasalahan, penderitaan, atau pun kesengsaraan yang akan kita temui di sepanjang jalan kehidupan. Mari meneladani sikap Bunda Maria, pikullah salib kehidupan dengan taat dan setia, percaya dan berserah diri kepada Tuhan. Mohon pertolongan kepada Bunda untuk mendoakan kita, agar tetap setia mengikuti Yesus dan menerima kehendak Allah sepahit apa pun. Semoga kelak kita layak menerima mahkota kehidupan abadi di dalam kerajaanNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply