Mendukung Karya Yesus Mewartakan Injil

Konsisten by BC MissionalJumat, 19 September 2014. Hari Biasa Pekan XXIV 1Korintus 15:12.16-20; Mazmur 17:1.6-7.8b.15; Lukas 8:1-3 “Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.” MARI  bertanya pada diri sendiri: Apa yang sudah kita persembahkan bagi Yesus untu melayani Dia? Bagaimana kita mewujudkan dukungan itu dalam rangka menghadirkan Kerajaan Allah? Apakah kita sudah melayani Tuhan dalam karya […]

Konsisten by BC Missional

Jumat, 19 September 2014. Hari Biasa Pekan XXIV
1Korintus 15:12.16-20; Mazmur 17:1.6-7.8b.15; Lukas 8:1-3

“Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.”

MARI  bertanya pada diri sendiri: Apa yang sudah kita persembahkan bagi Yesus untu melayani Dia? Bagaimana kita mewujudkan dukungan itu dalam rangka menghadirkan Kerajaan Allah? Apakah kita sudah melayani Tuhan dalam karya pewartaan Injil dan mendukung-Nya dengan harta kekayaan kita?

Kita dapat menjawab pertanyaan itu sesuai dengan keyakinan dan panggilan kita masing-masing. Dari Injil hari ini kita membaca warta bahwa sejumlah perempuan mendukunga Yesus dan menyertai karya-Nya. Tiga tahun karya publik Yesus tak lepas dari dukungan mereka.

Ada sejumlah kelompok kaum perempuan yang punya peran istimewa dalam karya pelayanan Yesus. Beberapa dari mereka adalah orang kaya dan keluarga mampu seperti misalnya Susana atau Yohana istri Kuza, bendahara Raja Herodes. Beberapa bahkan disebut pelacur yang sudah bertobat seperti misalnya Maria Magdalena. Dari padanya Yesus mengusir tujuh kekuatan setan! Yang lain adalah mereka yang pernah menanggung sakit mental maupun fisik, namun telah disembuhkan-Nya. Mereka semua menyertai dan melayani Yesus dengan harta mereka sebagai ungkapan syukur.

Pertama-tama, Yesus mengubah hidup mereka. Kemudian Yesus menyentuh hati dan jiwa mereka. Itulah sebabnya, mereka bersyukur dan mengungkapkannya dengan terlibat dalam karya pelayanan Yesus, bahkan dengan dukungan finansial.

Mari kita belajar dari para perempuan yang terberkati itu yang setia melayani Yesus dan mendukung karya-Nya dalam mewartakan Injil. Mari kita melayani Dia dengan sukarela dengan segala kemapuan kita. Kita menyadari bahwa kita sering hanya ingin dilayani dan diutamakan. Akibatnya, kita cenderung menghindari untuk terlibat dan memberikan diri kita dalam melayani Tuhan dan sesama.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar untuk mengambil tempat yang rendah, bersimpuh dan bersujud di hadirat Yesus sebagai hamba bagi mereka yang memerlukan pelayanan kita. Sebagaimana Yesus datang untuk melayani dan memberikan nyawa bagi kita, kita pun diundang untuk melayani Dia dan sesama dengan rendah hati, penuh kasih, kemurahan dan sukacita. Benarlah, bahwa Yesus tidak butuh siapa pun untuk mendukung-Nya, namun Ia memilih orang-orang istimewa agar terlibat dalam karya-Nya melalui kita.

Tuhan Yesus Kristus, bebaskan hati kami dan kobarkan semangat kami untuk ambil bagian dalam karya pelayanan-Mu. Semoga kami menggunakan bakat, talenta, harta dan daya kami untuk kepentingan karya pewartaan Injil, seturut kehendak-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Goa Maria Mojosongo
SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•ĐǎƖєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”

Kredit foto: Ilustrasi (BC Missional)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply